Ridwan Kamil Bilang Depok dan Karawang Merah, Siaga!

Selasa, 08 Desember 2020 – 08:11 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Foto: Ricardo/jpnn.com

jpnn.com, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan 15 gedung isolasi demi mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 pada momen Pilkada 2020 yang serentak digelar 9 Desember, hingga libur panjang akhir tahun 2020.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan, keterisian rumah sakit sudah mencapai 75 persen.

BACA JUGA: Blunder PDIP Depok dan Jalan Kemenangan Idris-Imam

Nah, pemprov pun menyiapkan sebelas gedung pemerintah, kemudian asrama hingga hotel yang akan menjadi ruang isolasi.

“Jadi total ada 15 gedung yang kami siapkan mengantisipasi libur panjang dan pilkada, tentunya kami berharap tidak terjadinya peningkatan,” ungkap Ridwan Kamil di Makodam III Siliwangi, Senin (7/12).

BACA JUGA: Ridwan Kamil Minta Maaf Terkait Kegiatan Rizieq Shihab di Bogor

Meski begitu, berdasarkan evaluasi rutin tiap pekan, tingkat kematian akibat Covid-19 masih rendah pada angka 1,6 persen.

Sedangkan tingkat kesembuhan masih di atas 80 persen.

BACA JUGA: Ridwan Kamil: Tokoh Publik Kalau Positif Covid-19 Sebaiknya Sampaikan Secara Terbuka, Jangan Dirahasiakan

Pencoblosan Pilkada Serentak akan berlangsung Rabu (9/12).

Sebanyak delapan daerah di Jabar yang menyelenggarakan, yakni Kabupaten Bandung, Cianjur, Sukabumi, Karawang, Indramayu, Tasikmalaya, Pangandaran dan Kota Depok.

Pencoblosan mulai pukul 07.00 WIB sampai 13.00 WIB.

“Depok masuk zona merah lagi, Karawang masih zona merah, maka Depok dan Karawang kami akan memberikan status siaga dalam pelaksanaan Pilkada. Karena Depok dan Karawang masuk dalam delapan daerah yang Pilkada,” bebernya.

Kang Emil, panggilan Ridwan Kamil mengimbau pemilih dapat menerapkan protokol kesehatan dengan ketat saat pencoblosan.

Sementara terkait libur panjang akhir tahun, Ridwan Kamil mengingatkan soal potensi kenaikan kasus jika pelaku industri pariwisata dan masyarakat tidak disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Jadi, inilah saya titip kepada petugas juga semua pihak agar menaati, buktikan Pilkada bisa sukses tanpa menimbulkan kasus. Karena kasusnya kalau dilanggar, hitungan dari kami potensi bisa sampai 9.000 kasus baru,” tandasnya. (ysf/radarbandung)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler