Ridwan Kamil Punya Ide Agar Vaksinasi Covid-19 Berjalan Efektif, Begini Caranya

Senin, 25 Januari 2021 – 23:15 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menghadiri acara pengarahan dari Presiden Joko Widodo. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden.

jpnn.com, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan daerahnya akan mengusulkan skema vaksinasi COVID-19 dari rumah ke rumah warga kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Menurut ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Provinsi Jabar itu, usulan tersebut diajukan untuk mengejar tingkat kecepatan dan keberhasilan program vaksinasi yang dicanangkan pemerintah pusat.

BACA JUGA: Sahroni Minta Menkes Dahulukan Vaksinasi Covid-19 untuk TNI-Polri, DPR Belakangan Saja

Sebab, kata gubernur yang beken disapa dengan panggilan Kang Emil itu, jumlah puskesmas dengan SDM terlatih untuk program vaksinasi sebanyak 1.094 puskesmas, tidak sebanding dengan jumlah 5.312 desa yang ada di provinsi itu.

"Jabar ini daerah pelosoknya masih banyak, puskesmas belum memadai. Jumlah puskesmas ada 1000-an, jumlah desa ada 5.000-an. (Perhitungannya) lima desa hanya ke satu puskesmas," kata Kang Emil, Senin (25/1).

BACA JUGA: Alamak, Oknum Polisi Ditangkap Warga Usai Mencuri Mobil Pikcup, Bikin Malu Institusi

Hal itu disampaikannya usai memimpin Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Jabar di Gedung Sate Kota Bandung.

Karena itu dia ingin meminta izin ke Kemenkes agar dalam pelaksanaan vaksinasi tersebut, Jabar bisa menjalankan skema vaksinasi yang lebih efektif.

BACA JUGA: Ferdinand Tuding Kuasa Hukum FPI Berupaya Mencuci Muka dan Tangan

"Maka kita minta izin ke Kemenkes, Jabar akan berinovasi," ucap mantan wali kota Bandung itu.

Menurut Kang Emil, vaksinasi itu akan dilakukan dengan mendatangi rumah-rumah masyarakat menggunakan mobil-mobil yang disulap menjadi kendaraan vaksinasi.

"Tentu dilengkapi dengan vaksinator dan dokter sehingga prosedur sama. Semoga inovasi untuk pelosok ini bisa disetujui sehingga tingkat kecepatan dan keberhasilan (vaksinasi) di Jabar akan luar biasa," harapnya.

Pada kesempatan itu Kang Emil juga melaporkan, hingga 23 Januari 2021 terdapat 19.255 tenaga kesehatan (nakes) yang sudah divaksin pada Tahap I Termin I di tujuh daerah. Jumlah itu sebesar 25,41 persen dari total sasaran 75.542 nakes.

Selain itu terdapat 1.891 nakes atau 2,50 persen yang ditunda untuk divaksin karena pernah positif COVID-19, ada komorbid, sedang hamil/menyusui, tensi tinggi, atau sedang sakit.

Nakes atau pejabat publik yang sudah divaksin tersebut akan menerima dosis kedua mulai Kamis, 28 Januari 2021.

Sementara untuk vaksinasi Tahap I Termin II kepada seluruh kabupaten/kota di Jabar untuk vaksinasi pada Februari 2021, Pemprov Jabar telah mendistribusikan 253.640 vial sejak 22 Januari lalu.

"Termin II ini seluruh 27 kabupaten/kota, per hari ini sudah menerima alokasi vaksin," pungkas Ridwan Kamil.(antara/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler