Rieke Sarankan Jokowi Fokus di Sektor Industri

Minggu, 30 April 2017 – 09:10 WIB
Rieke Diah Pitaloka. Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR Rieke Diah Pitaloka menyarankan pemerintah untuk fokus pada sektor industri yang dinilai mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak.

Menurut Rieke, merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah tenaga kerja berdasarkan lapangan pekerjaan utama pada tahun 2016 mencapai 120.647.697 orang, di mana yang bekerja di sektor industri sebanyak 15.975.086 orang.

BACA JUGA: Perguruan Tinggi Diminta Perkuat Kerja Sama dengan Industri

Kontribusi terbesar berasal dari Provinsi Jawa Barat sekitar 3.892.044 orang (24,93%), Jawa Tengah 3.219.793 orang (20,16%), dan Jawa Timur 2.948.203 orang (18,46%).

"Jika dikomparasikan antara angkatan kerja dan pekerja yang terserap di sektor industri, kurang signifikan. Saya mengusulkan kepada Pemerintah untuk menarik fokus industri termasuk investasi modal pada industri pangan, sandang dan farmasi," ujar Rieke dalam siaran persnya, Minggu (30/4).

BACA JUGA: Indonesia Serukan Stabilitas di Semenanjung Korea

Ketika sektor itu, lanjutnya, mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak, serta melahirkan usaha baru dan lapangan kerja baru di sektor hulu tengah dan hilir pertanian, peternakan, perikanan darat dan laut, termasuk mendorong lahirnya UKM baru.

Di sisi lain, bisa memberi nilai tambah bagi petani, peternak, dan nelayan karena ada kepastian terserap oleh industri. Manfaat lebih besarnya adalah terpenuhinya kebutuhan dalam negeri atas pangan, sandang dan obat-obatan, sehingga tidak tergantung pada impor dan harga lebih terjangkau masyarakat.

BACA JUGA: Presiden Duterte Merasa Terhormat Menjamu Jokowi

"Hal ini juga akan memberi penguatan ekonomi, terutama pada buruh, petani dan nelayan," tukas politikus PDI Perjuangan itu.

Untuk mewujudkannya, perlu disusun rencana kerja bukan hanya penyiapan industri, tapi juga ahli di sektor pangan, sandang dan farmasi melalui beasiswa-beasiswa negara, termasuk ke luar negeri.

Penyiapan tenaga kerja terdidik dan terlatih dimulai dengan memperbanyak pendidikan vokasi di tingkat menengah atas dan politeknik di ketiga bidang tersebut.

Rieke menambahkan, di dalam Pola Pembangunan Nasioanal Semesta Berencana yang disusun oleh Pemerintahan Soekarno, penguatan industri pangan, sandang dan farmasi merupakan salah satu hal prioritas bukan saja untuk menciptakan lapangan kerja, namun juga untuk terwujudnya kedaulatan pangan, sandang dan obat-obatan.

"Menurut saya gagasan tersebut masih relevan dengan situasi saat ini. Saya mendukung pemerintah untuk fokus pada penguatan terhadap industri pangan, sandang dan farmasi," pungkas anggota komisi bidang Industri, Perdagangan, BUMN, Koperasi dan UKM ini.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kelayakan Land Swap Gambut untuk Usaha Diragukan


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler