RIP Fidel Castro, Hasta Siempre Comandante...

Sabtu, 26 November 2016 – 16:11 WIB
Fidel Castro dihadiahi keris oleh Bung Karno. Kuba, 1960. Foto: Public Domain.

jpnn.com - FIDEL Castro, pemimpin revolusioner rakyat Kuba baru saja berpulang di usianya yang ke 90 tahun. Ia sekondan Bung Karno.

Bandara Havana, Kuba, 9 Mei 1960.

BACA JUGA: Rempah, Rahasia Bumbu Bercinta Tempo Doeloe

Presiden Fidel Castro menyambut Presiden Soekarno. Meriah. Di sepanjang jalan, rakyat Kuba berdiri membawa poster bertulis: Viva President Soekarno.

Si Bung tercatat sebagai kepala negara asing pertama mengunjungi Kuba yang baru saja memulai revolusi setelah menumbangkan rezim Batista setahun sebelumnya.  

BACA JUGA: Pindahkan Makam Tan Malaka, ini Lima Alasan Pejabat Sumbar

Di samping omong-omong roal marhaenisme dan revolusi anti-kapitalisme imperialisme, kedua pemimpin bersenda gurau. Lensa kamera merekam peristiwa-peristiwa itu.

Mereka saling menukar penutup kepala khas masing-masing. Soekarno memakai topi gerilyawan yang biasa dipakai Fidel. Fidel memakai kopiah Soekarno. Fotonya bertebaran di internet. 

BACA JUGA: Kisah Saudagar Tionghoa Asal Semarang ini Pukau Sineas Hollywood

"Soekarno menghadiahi Fidel keris," tulis Bambang Widjanarko dalam Sewindu Dekat Bung Karno. Buku ini ditulis Bambang (anggota MPR dari PDI 1993) pada 1988. Tahun itu juga buku naik tiga kali cetak.

Ayah Megawati di Kuba hingga 14 Mei 1960. Lawatan kenegaraannya itu membalas kunjungan Che Guevara, legenda revolusi Kuba yang beberapa bulan sebelumnya datang ke Indonesia.  

Nah, saat meletus huru-hara di Indonesia menyusul peristiwa G30S 1965, Fidel mengkhawatirkan keadaan sekondannya. Melalui Anak Marhaen Hanafi, mantan pentolan Menteng 31 yang masa itu menjabat Dubes Indonesia untuk Kuba, Fidel berkirim surat.

Setelah mematut-matut surat dari Fidel, pada 26 Januari 1966 Soekarno membalasnya. Berikut senarai cuplikannya:

Kawanku Fidel yang baik…

Saya mengerti keprihatinan saudara mengenai pembunuhan-pembunuhan di Indonesia, terutama sekali jika dilihat dari jauh memang apa yang terjadi di Indonesia--yaitu apa yang saya namakan Gestok dan yang kemudian diikuti oleh pembunuhan-pembunuhan yang dilakukan oleh kaum kontra revolusioner, adalah amat merugikan Revolusi Indonesia.

Perangko Persahabatan

Revolusi Indonesia yang dipimpin Soekarno tak selesai. Gestok membuatnya terpental dari gelanggang.

Fidel tak lupa akan persahabatan mereka. Pada 2008, saat merayakan ulang tahun Fidel Castro ke 80, pemerintah Kuba menerbitkan perangko bergambar potret Bung Karno sedang duduk bersama Fidel Castro.

Pada tahun yang sama, PT Pos Indonesia juga menerbitkan perangko senada bertajuk Kunjungan Presiden Soekarno ke Kuba Tahun 1960.

Perangko versi Indonesia memajang potret Fidel sedang memegang keris bersama Soekarno, yakni foto pada berita ini.

Kini, Fidel sang penghisap cerutu telah berpulang. Sejarah tentu akan mencatat dirinya sebagai kepala negara efektif terlama di zaman ini. Setengah abad lamanya ia memimpin revolusi Kuba. Hasta siempre, comandante(wow/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ternyata...Orang Tua Bung Karno Kawin Lari


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler