Rizal Ramli Bilang Jokowi Lebih Punya Nyali Dibanding SBY

Selasa, 20 Oktober 2015 – 20:02 WIB
Rizal Ramli. Foto; dok/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli tetap mengacungi jempol kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla selama setahun terakhir. 

Menurutnya, segala permasalahan yang ada saat ini merupakan warisan masa lalu kepemimpinan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

BACA JUGA: HUT Golkar: Ical Minta Kado Istimewa dari Jokowi

Mantan Menteri Keuangan era Presiden Abdurahman Wahid (Gusdur) itu mengatakan, selama 10 tahun dipimpin oleh SBY, masih banyak masalah yang belum terselesaikan. Sehingga dampaknya begitu terasa saat masa pemerintahan Jokowi-JK.

Jika dibandingkan, menurut Rizal, mantan Gubernur DKI Jakarta itu lebih punya nyali ketimbang SBY. "Temen-temen (selama satu tahun terakhir) bisa katakan apapun tentang Jokowi, tetapi saya katakan di sini, dia (Jokowi) punya nyali. Ada yang 10 tahun berkuasa (SBY) tapi tak punya nyali," sindir Rizal dalam diskusi Rembug Nasional Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-JK di Jakarta, Selasa (20/10).

BACA JUGA: Menurut Fadli Zon, Ini Sederet Janji Jokowi-JK yang Belum Ada Tanda-tandanya

Rizal menyayangkan upaya pemerintahan SBY terkait pengelolaan sumber daya alam, salah satunya pengelolaan Blok Cepu, Jawa Tengah dan PT Freeport Indonesia. Di mana saat itu dirinya pernah diundang ke Istana oleh SBY sekitar tahun 2006-2007 silam.

Undangan itu diketahui, untuk meminta saran tentang Blok Cepu yang diminta langsung oleh SBY. Saat itu pria berkacamata ini menyarankan agar blok cepu tidak hanya diberikan pada Exon (salah satu perusahaan asal Amerika Serikat), tetapi juga pada perusahaan lain seperti Jepang dan Tiongkok.

BACA JUGA: Golkar Kubu Munas Bali Raih Dua Kemenangan

Namun sayang, usulan tersebut ternyata tidak digubris SBY. Soal lain, Rizal juga mengkritis infrastruktur di Kalimantan yang mandek di era SBY.

"Itu momentum untuk ubah sejarah. Kita tidak anti asing, tapi kita ingin fair. Belum lagi di Kalimantan. Di sana mineral tambang batu bara banyak pengusaha nasional, tapi rakyat Kalimantan tidak berubah infrastrukturnya. Jadi ngapain aja pemerintah yang lalu 10 tahun. Listrik aja di sana tidak punya," sindir Rizal. (chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kasus Lahan PT KAI, Kerugian Negara Rp 54 Miliar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler