Robot Kreatif Tim Garuda Muda 2 Indonesia Menang di Ajang Internasional

Selasa, 06 Agustus 2019 – 17:53 WIB
Tim Garuda Muda 2 Indonesia saat menunjukkan robot sistem irigasi kepada juri International Youth Robotic Competition 2019 Korea Selatan. Foto: Istimewa/Radar Bogor

jpnn.com, BOGOR - Tim Garuda Muda 2 Indonesia berhasil mencetak prestasi di tingkat internasional. Tim yang terdiri siswa SD ini berhasil meraih juara ketiga dalam kategori robot kreatif pada ajang International Youth Robotic Competition (IYRC) 2019 di Daejeon, Korea Selatan, 2-3 Agustus 2019 lalu. Juara 1 diraih Thailand dan Juara 2 India.

Prestasi itu berkat hasil karya kreatif mereka yakni, robot sistem irigasi yang diprogram untuk menyingkirkan sampah yang akan masuk ke area persawahan.

BACA JUGA: Mbah Moen Meninggal, ISNU: Indonesia Kehilangan Tokoh yang Sangat Karismatik

Prototype desain robot kreatif ini disiapkan oleh Muhammad Banyu Baskoro (11) dari Sekolah Alam Algiva Bogor, dan Nyoman Satria Wirya Naradhipa (10) dari Sekolah Dasar Taruna Sentul, bersama dua orang rekannya, Rakha Hanif Lutfirrahman (11) dan Alkhan Abdiela Hidayat (9) dari Tangerang.

BACA JUGA: TOP! Prestasi Siswa Indonesia Dalam Ajang International High Schools Arts Festival

BACA JUGA: Pak Jokowi Larang Menteri Rini Copot Petinggi BUMN

Tim ini menang dalam kategori desain tim kreatif tingkat junior. Ide desain kreatif tersebut berangkat dari melihat Indonesia sebagai negara agraris yang cukup luas. Diperkirakan, sawah lebih dari sepuluh juta hektare. Sayangnya, sawah yang kekeringan terkadang menjadi penyebab banyak gagal panen di Indonesia.

Kendala lain, sampah yang mengambang melalui sistem irigasi juga menyebabkan banjir di hilir dan mencemari air. Berdasarkan itu, tim telah mencoba membuat prototipe sistem irigasi untuk menyelesaikan masalah.

BACA JUGA: Enzo Keturunan Prancis yang Lulus Akmil WNA atau WNI? Ini Kata Panglima TNI

Sistem robot irigasi ini bekerja berdasarkan sensor infra merah yang diletakkan di gerbang sampah, yang berguna mendeteksi datangnya sampah.

Sementara di gerbang area penampung air terdapat juga sensor yang mendeteksi saat air dalam kondisi kering dan basah. Sensor ini akan bekerja membuka gerbang air yang bersih dari sampah ketika area persawahan dalam kondisi kering.

BACA JUGA: Hebat! 24 Siswa Harumkan Nama Indonesia di Kompetisi Internasional

Dalam proses pengerjaan sistem irigasi ini, didampingi oleh coach Khoirul Anam dari Nano Robotik, dan coach Ikhlas dari Racer Robot, serta Amin Rois sebagai pengamatan robotik.

Sementara itu, Tintin Prihatiningrum ibu dari Muhammad Banyu Baskoro, mengaku sangat bangga dan menghargai kerja keras tim serta pelatihnya dalam menghadapi IYRC 2019.

Sebelum IYRC 2019 di Korea, menurut Tintin, Banyu mengikuti Indonesia Youth Robot Competition (IYRC) yang diadakan oleh Racer Robor Indonesia pada April 2019 lalu.

Kompetisi yang didukung oleh International Youth Robot Association (IYRA) dan Sinarmas Land di ICE BSD itu, mengambil tema “My Robot Helps Us”.

“Pada saat itu Banyu tergabung bersama tim dari Nano Robotik Bogor dan berhasil meraih penghargaan ke II atau Silver Medal di kategori Sumo Robot,” tuturnya.

Usai kompetisi tersebut, Banyu yang pada saat itu masih duduk di kelas 5 Sekolah Alam Al Giva, mendapat izin untuk kemudian mengikuti IYRC 2019 di Daejeon Korea.

Banyu kemudian mengikuti Kategori Creative Design bersama timnya yang tidak hanya berasal dari Nano Robotik Bogor, yaitu Nyoman Satria Wirya Naradhipa (10 tahun) dari Sekolah Dasar Taruna Sentul, Rakha Hanif Lutfirrahman (11 tahun) dan Alkhan Abdiela Hidayat (9 tahun) dari Tangerang.

Sebelum mendalami robotik, Banyu memang sudah hobi merakit bricks sebelum usia lima tahun. Kemudian saat taman kanak-anak dan SD, ia mulai bergabung dengan kegiatan robotik yang merupakan kegiatan after school.

BACA JUGA: Murid-Murid Kreatif Indonesia yang Berprestasi di Kompetisi Internasional

Berbasis aktivitas kreatif bongkar pasang bricks, baru kemudian pada saat kelas 5 SD Banyu dikenalkan belajar merakit robot dengan model robot seperti MRT.

“Pada waktu itu dia sudah bergabung di Nano Robotik Bogor yang pelatihnya sangat tekun dalam menggali bakat Banyu,” ungkap Tintin.

Robot dengan model MRT adalah gabungan antara bermain bricks dengan komponen elektronik dan program sederhana, hingga robot bisa digerakkan dengan remote. “Setelah dikenalkan dengan robot model itu, Banyu semakin menggemari robotik,” pungkasnya. (ysp)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Istana Ogah Berdialog dengan FPI, Semua Sudah Jelas


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler