Rohingya Dibantai karena Minyak dan Gas? Ini Kata Dubes RI untuk Myanmar

Senin, 04 September 2017 – 08:00 WIB
Sejak pekan lalu, sudah puluhan ribu etnis Rohingya mengungsi dari Negara Bagian Rakhine. Foto: AP

jpnn.com, YANGON - Banyak spekulasi yang muncul terkait konflik di Negara Bagian Rakhine, Myanmar. Salah satunya adalah penindasan terhadap etnis Rohingya di wilayah itu dipicu perebutan penguasaan lahan tambang minyak dan gas.

Akan tetapi isu itu dibantah oleh Duta Besar Indonesia untuk Myanmar Ito Sumardi. Dia mengaku tidak hanya sekali dua kali datang ke Rakhine State.

BACA JUGA: Hari Ini Retno Marsudi Temui Aung San Suu Kyi

Termasuk ketika mengawal kedatangan Menlu ke kawasan konflik, sampai dia harus menggunakan rompi antipeluru.

Ito membantah informasi yang menyebutkan bahwa konflik di Rohingya merupakan imbas perebutan sumber daya berupa minyak dan gas. Menurut dia, tidak ada minyak dan gas di Rakhine.

BACA JUGA: Tentara Myanmar Brutal, Bamusi PDIP Suarakan Sanksi Internasional

"Di Rakhine sampai sekarang belum ada sama sekali eksplorasi yang mengatakan ada daerah minyak. Itu bohong," tegasnya.

Kawasan pertambangan, terang Ito, ada di daerah Kachin yang terletak di sisi utara Myanmar. Bukan di Rakhine yang merupakan wilayah pesisir.

BACA JUGA: Bela Rohingya, Umat Buddha Indonesia Sebut Tentara Myanmar Biadab

Daerah tersebut menjadi basis kelompok Kachin Independence Army (KIA). Di kawasan itu memang terdapat tambang batu bara, emas, dan rubi.

Kata Ito, masalah kemanusiaan di Rakhine disebabkan keinginan kelompok tertentu yang didasari motif politik. Ujungnya, yang menjadi korban tetap masyarakat.

"Saya juga maklum kalau orang Rohingya mungkin ingin bikin negara sendiri karena sekian ratus tahun mereka stateless, tidak punya negara," tuturnya. (AFP/Reuters/hep/byu/wan/c9/oki)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Muslim Rohingya Dizalimi, Ini Respons Presiden Jokowi


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler