Rombongan Ketua DPRD Hilang di Hutan

Rabu, 29 Mei 2013 – 08:21 WIB
PADANG--Sebanyak 40 orang rombongan Napak Tilas yang diketuai Ketua DPRD Kabupaten Solok tersesat di kawasan Bukit Barisan. Rombongan napak tilas yang direncanakan akan sampai dan finish di Pasa Lalang, Belimbing, Kuranji  Kota Padang pada Minggu (27/5) sore,  tidak kunjung  menampakkan batang hidungnya.

Hingga kemarin (28/5) siang baru 19 orang yang ditemukan Tim SAR gabungan yang terdiri di BPBD Kota Padang, Basarnas, BPBD Kota Solok, PMI dan Masyarakat setempat.

Sebanyak 19 orang tersebut ditemukan di perbukitan di kawasan Aia Dingin Kecamatan Kototangah Padang. Mereka kemudian dibawa dan dievakuasi ke Posko yang didirikan di Kawasan Pasa Lalang, Belimbing, Kecamatan Kuranji, Kecamatan Kuranji.

Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 21 orang termasuk Ketua DRPD Kabupaten  Solok Safri Datuak Siri Marajo, ajudan Ketua DPRD, Sekretaris Walinagari setempat, Kepala Jorong, 2 orang Polhut, serta seorang sopir di DPRD Kabupeten Solok dan beberapa orang lainnya, tidak diketahui keberadaannya.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres (Grup JPNN), rombongan yang berjumlah 40 orang tersebut melakukan napak tilas dan berangkat dari nagai Koto Sani menuju Kota Padang. Romobongan tersebut memasuki kawasan hutan barisan pada Sabtu (25/5) dan ditargetkan masuk ke Wilayah Kota Padang pada Minggu sore. Namun di tengah perjalanan,  rombongan tersebut terpisah dan hilang koordinat.

Sebanyak 19 orang berhasil sampai di Padang kemarin siang. Sedangkan 21 orang lainnya termasuk ketua DPRD Kabupaten Solok  hingga siang kemarin tidak ditemukan keberadaannya.

Informasi yang diterima oleh Padang Ekspres dari personil BPBD Damkar Kota Padang, pada Minggu sore rombongan tersebut diduga terpisah di kawasan perbatasan Hutan Solok dan Wilayah Padang.

Pada malamnya harinya rombongan tersebut disampaikan terjebak oleh air bah dan tidak bisa menyeberangi sungia sehingga mendirikan posko berkemah hingga bisa melewati salah satu sungai di kawasan Bukit Barisan tersebut.

Saat itu rombongan pada hari itu sekitar pukul 16.30 WIB, rombongan   mengirimkan koordinat dimana keberadaannya yaitu berada di koordinat  (00, 47, 46, 7100,30,40.4) yang menandakan perjalanan sedang berada di perbatasan hutan Padang-Solok.

Setelah mengirimkan koordinat tersebut tim BPBPK Kota Padang  dan Tim gabungan lainnya hilang kontak dan koordinat  dengan rombongan sehingga pencarian pun akhirnya dilakukukan.

Salah seorang rombongan yang berhasil selamat dan sampai di wilayah Padang, Mulyadi, 40, warga Ujung Ladang, Nagari Koto  Sani, Kecamatan X SIngkarak ditemui  Padang Ekspres mengatakan, ia beserta 18 orang lainnya terpisah dengan rombongan Ketua DPRD yang berjumlah 21 orang.

Saat itu hujan turun di pebukitan, ia dan belasan lainnya  berjalan dengan cepat sedangkan Ketua DPRD dan beleasan  rombongan lainnya tertinggal di belakang. “ Minggu sore kami terpisah. Saat kami mengarungi hutan, rombongan ketua DPRD tertinggal sejauh 5 Km perjalanan,” ujar Mulyadi.

Mulyadi mengatakan, tertinggal sangat jauh, ia dan rombongan lainnya tidak mungkin balik menjemput ke belakang, untuk itu mereka memutuskan menunggu romobongan ketua DPRD di garis finish di Pasar Lalang. Namun ia dan 18 orang lainnya juga jilang arah di pebukitan  “ Kami tidak keluar di Pasar Lalang, melainkan di kawasan Aia Dingin Kototangah Padang,” ujarnya.

Mulyadi menceritakan,  saat terpisah, bekalnya beserta bekal makanan seluruh rombongan sudah mulai menipis, karena  jadwal yang diperkirakan sampai di Padang tidak pda semestinya.

Bupati Solok, Syamsu Rahim yang ditemui Padang Ekspres di posko bencana, mengatakan, agenda yang dilakukan oleh Ketua DPRD tersebut merupakan agenda napak tilas yang tujuannya tidak ia ketahui. “ Tujuannya ya napak tilas,” ujarnya.

Syamsu mengakui sebelum rombongan Ketua DPRD sebelum akan berangkat, telah melakukan koordinasi dengannya, bahwa Ketua DPRD dan beberapa romobongan akan melakukan agenda napak tilas. “ Sebelum berangkat kami memang saling koordinasi,” ujar Bupati ini.

“ Kita juga telah kerahkan tim siaga bencana dari Solok,” ujarnya. Bupati menduga, agenda yang dilakukan oleh Ketua DPRD tersebut melakukan, mencari dan meninjau jalur alternatif untuk membuat jarak Padang dan Solok semakin dekat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kembakaran Daerah Kota Padang Budhi Erwanto mengatakan, sebanyak 55 personil berperalatan lengkap telah dikerahkan untuk melakukan pencarian. Pencarian pun ikut dibantu oleh warga Pasa Lalang, serta Ketua RT Afrizal, dan Ketua RW Syafrinal yang memahami kawasan pebukitan sekitar.

Budhi mengakui kalau telah terjadi los kontak antara petugas dan personil penanggulangan  Bencana dengan rombongan yang melakukan napak tilas.
Budhi pun memastikan kalau rombongan tersebut telah salah arah di pebukitan dan kehabisan bekal makanan dan  kelelahan.“Kita masih mengupayakan melakukan pencarian,” ujar Budhi.

“Rombongan tersebut diperkirakan berada di Bukit Nurjida,” tambah Budhi.

Salah seorang pemuka masyarakat setempat yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan, diduga rombongan tersebut masih berada jauh di hutan. Untuk mencari romobongan, katanya, personil penyelamat harus menempuh jarak yang sangat jauh dan memakan waktu kurang lebih 6 jam perjalanan karena harus melewati beberapa bukit yaitu Bukik Macang, Bukik Lubang Tigo, Bukik Simpang Kumayan, Bukik Paninjauan, Bukik Kancah dan baru Menempuh Bukik Nurjida.

“Ado 6 Bukik nan harus dilalui personil penyelamat,” ujarnya. Hingga berita ini diturunkan sekitar pukul 20.00 WIB, romobongan penyelamat masih belum berhasil membawa rombongan tersebut ke posko penyelamatan.

Para korban yang dinyatakan hilang diantaranya ketua DPRD Kabupaten Solok, Syafri Dt Siri Marajo bersama  Ajudan, Pen, dan dedi,  Kepala Jorong Padang Belimbing, Jul. Begitupun  Aseng dan Dasril (Polhut), Wen (Sekretaris Nagari Koto Sani), serta peserta lainnya, Basri, safri pono, safri pono intan, anton,peri, raf, andi, andika, dika, piri pono, af pono Marajo, ed kasiek, ed gindo sutan dan rodis.

Sementara 19 0rang Tim I napak tilas Solok-Padang sudah berhasil ke luar di Air Dingin Kota Padang, sekitar jam 10 pagi Selasa (28/5). Mereka diantaranya adalah Rusdi, Kiri, If, Edison, Met, Anton, Nazar, Cion, Ajo, Bujang, Mus, Et, Ahmad, Naf, Mulyadi, Mai, Zalman Candra, dan Zul.

Salah seorang peserta napak tilas, Zulkifli yang berhasil kembali menyebutkan, kondisi 19 orang yang masih terjebak dalam hutan tersebut dalam keadaan selamat, meski sebelumnya perbekalan sudah habis.

Kedatangan Zulkifli disambut langsung oleh Bupati Solok, Syamsu Rahim,Wakil Bupati, Desra Ediwan, didamping Kepala BPBD Solok, Abdul Manan, Kadis Perhubungan, Dedi permana, Kasad Pol PP, Efriadi, serta Anggota DPRD, Hendri dunan, ketua PMI,Asrizal.

Hingga sore kemarin, Pemkab Solok, DPRD, Polisi, Tim Kesehatan, PMI, masih berkoordinasi dengan tim gabungan yang telah diutus melakukan pencarian dengan berposko di Pasar Lalang Belimbing, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

Sementara itu Bupati Solok Syamsu Rahim, terus berupaya melakukan pendekatan dengan keluarga korban yang belum di temukan. Diharapkannya kejadian tersebut jangan menimbulkan kepanikan,sebab Pemkab Solok bersama Tim Gabungan akan terus berusaha melakukan  pencarian korban yang belum ditemukan. (w/t)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Segel Sumur Petrochina, Pemkab Tanjabtim Didukung Warga

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler