Rommy: SDA Sudah Kalap

Bantah Konflik PPP terkait dengan Jokowi

Rabu, 17 September 2014 – 19:20 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy membantah konflik yang saat ini terjadi di internal PPP terkait dengan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi). Masalah yang saat ini terjadi, murni masalah internal.

"Tidak ada urusannya dengan Jokowi-JK dan jabatan lainnya," kata Rommy, menjawab pertanyaan wartawan, tentang tudingan kubu Suryadharma Ali (SDA), yang menyebut Romy minta jabatan Wakil Ketua DPR, di Jakarta, Rabu (17/9).

BACA JUGA: PDIP Gelar Rakernas untuk Kukuhkan Diri Jadi Penguasa

Rommy menegaskan, kubunya tetap solid mendukung Koalisi Merah Putih (KMP). Dia malah menuding (SDA) terdelegitimasi total. DPP PPP ujarnya, menyesalkan cara-cara premanisme yang digunakan kubu SDA dalam menyelesaikan persoalan.

"Ini, sehubungan dilakukannya pendudukan DPP PPP oleh preman-preman yang tidak ada juntrungan. SDA juga tidak berhak menggelar Rapat Pengurus Harian versi dirinya, karena mundurnya sejumlah nama yang ada dalam Surat Keputusan bodong Nomor 1358 dan 1359, karena kemarin rapat Pengurus Harian yang diadakannya hanya dihadiri tak lebih dari 6 orang saja," ungkapnya.

BACA JUGA: Dirut PT Jakpro Didorong Masuk Kabinet Jokowi

SDA lanjut Rommy, sewenang-wenang memecat pimpinan dan anggota sekretariat DPP PPP. Ini mengukuhkan watak SDA yang angkuh, mau menang sendiri, dan pro kekerasan.

"Menyedihkan, baru kali ini sepanjang Indonesia merdeka, ada pemimpin yang berwatak demikian, orang kecil yang tak bersalah tapi bisa menatap kebenaran, dia libas juga. SDA kalap, ditemani orang-orang yang juga tidak lagi berpikir. Mereka tidak lagi pakai otak, tapi mengedepankan otot," tegasnya.

BACA JUGA: PKB Minta RUU Advokat Ditunda

Rommy menegaskan, tipe pemimpin demikian hanya ada di dunia lain, bukan di partai politik. "Saya betul-betul tidak menyangka SDA bisa melakukan ini," pungkasnya. (fas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sinyal Jokowi Gaet Lukman Hakim jadi Menteri


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler