Rp 80,7 T Untuk Sambut Natal dan Tahun Baru

Rabu, 23 Desember 2015 – 14:28 WIB

jpnn.com - JAKARTA – Tingginya perputaran uang pada akhir tahun dipastikan meningkat. Itu tidak lepas dari momen Natal dan tahun baru. Namun, Bank Indonesia (BI) memastikan kebutuhan uang tunai tersebut akan tercukupi. Kepala Grup Operasional Pengelolaan Uang BI Luctor E. Tapiheru mengungkapkan, pihaknya memperkirakan kebutuhan uang Natal dan akhir 2015 mencapai Rp 80,7 triliun.

''Jumlah tersebut naik 10,7 persen daripada realisasi kebutuhan pada Desember tahun lalu yang mencapai Rp 72,9 triliun,'' jelasnya di Jakarta kemarin (22/12).

BACA JUGA: Huh.. Hah.. Huh.. Hah.. Harga Cabai Rawit Makin Pedas

Luctor menyatakan, dari jumlah Rp 80,7 triliun tersebut, 27 persennya akan ditarik untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Bank sentral juga akan menambah frekuensi pengiriman uang dari Jakarta ke Kantor Perwakilan BI di berbagai daerah serta penambahan layanan kas untuk penukaran uang kepada masyarakat luas.

Dia merinci, kebutuhan uang yang akan ditarik untuk Jabodetabek mencapai Rp 22,3 triliun. Lalu, kebutuhan uang yang akan ditarik untuk Jawa Tengah dan DI Jogjakarta mencapai Rp 6,8 triliun; Sumatera Utara dan Aceh Rp 5,6 triliun; Jawa Barat dan Banten Rp 5,4 triliun; serta Bali dan Nusa Tenggara Rp 3,9 triliun.

BACA JUGA: ASDP Indonesia Ferry Pastikan Siap Layani Angkutan Natal dan Tahun Baru

Kemudian untuk wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua, kebutuhan uang tunai mencapai Rp 11,6 triliun. Untuk Kalimantan, kebutuhannya Rp 7,7 triliun; Sumatera Barat, Kepulauan Riau, dan Jambi Rp 7,3 triliun; serta Jawa Timur Rp 7 triliun. Terakhir, kebutuhan uang tunai untuk Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, dan Lampung Rp 3,1 triliun.

Hingga dua hari jelang Natal, setidaknya, uang tunai yang sudah ditarik mencapai Rp 40,3 triliun atau 50 persen dari jumlah proyeksi. ''Ke depan, untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat, kita tingkatkan distribusi ke daerah dan pembukaan layanan kas keliling dengan berbagai sumber daya yang dimiliki,'' ujarnya.

BACA JUGA: Komisi VII Duga PLTU di NTB Pakai Mesin Bekas

Untuk uang yang diedarkan (UYD) pada akhir tahun ini, jumlahnya mencapai Rp 581,3 triliun. Jika dibandingkan dengan jumlah tahun lalu Rp 528,5 triliun, angka itu meningkat 10 persen. Namun, angka tersebut lebih rendah ketimbang rata-rata pertumbuhan setiap tahunnya dalam sepuluh tahun terakhir sebesar 15 persen. (dee/c20/oki/pda) 

 

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tren Bagus, Buruan Investasi Properti


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler