Komisi VII Duga PLTU di NTB Pakai Mesin Bekas

Rabu, 23 Desember 2015 – 10:31 WIB
Wakil Ketua komisi VII DPR Mulyadi (kanan) bersama Anggota komisi VII DPR Kurtubi menjadi pembicara dalam diskusi dialektika demokrasi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2015). Diskusi yang membahas tentang Pertamina Energy Trading Limited (Petral) itu bertajuk “Pembubaran Petral, Benahi Sektor Migas”. FOTO: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR Kurtubi, curiga Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) menggunakan mesin bekas. Hal itu disampaikan Kurtubi usai kunjungan kerja ke daerah pemilihannya itu, Rabu (23/12).

Kurtubi memilih turun langsung ke daerah pemilihannya itu karena mendapat banyak keluhan dari masyarakat NTB tentang pemadaman listrik yang sering terjadi. Padahal 3 unit mesin PLTU yang menyuplai listrik untuk wilayah tersebut tergolong baru.

BACA JUGA: Tren Bagus, Buruan Investasi Properti

Dari informasi yang ia terima, mesin unit 1 dan 3 sering rusak. Sedangkan unit 2 belum beroperasi karena konstruksinya baru 90 persen.

“Informasi yang saya terima,  PLTU Jeranjang ini menggunakan mesin bekas dari China, tetapi pihak PLN membantah tidak menggunakan mesin bekas, tentu hal ini menjadi kontradiktif. Kami dari komisi VII menyarankan agar dilakukan audit teknis, apakah benar menggunakan mesin bekas atau baru,” kata Kurtubi.

BACA JUGA: Tahun Depan, Tarif 2 Kereta Api Ini Naik

Kecurigaan bahwa PLN menggunakan mesin bekas bukan tanpa alasan. Sebab, Kurtubi menyatakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik swasta di Tanjung Karang  yang akan disewa PLN,  dengan harga sekitar Rp 300 / KWh, sudah terbukti mesin bekas.

“Saya sendiri yang menyaksikan PLTD yang ada di sana mesin bekas. Ini pengakuan langsung dari supervisor teknis dilapangan. Ia mengakui mesin yang dipakai sudah digunakan 10 tahun di China, jika PLN tetap menyewa maka harus dicurigai," tegasnya.

BACA JUGA: BBM Turun karena Rupiah Makin Kuat?

Khusus untuk mesin PLTU Jeranjang, politikus Nasdem itu mengatakan segera ditindaklanjutui usai reses mendatang dengan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirut PLN.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ini Kata Menteri ESDM Soal Dua Opsi Penurunan Harga BMM di Tahun Baru


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler