RS Pertahankan Pasien COVID-19, Keluarga Pengin Membawa Pulang, Akhirnya?

Jumat, 15 Mei 2020 – 09:40 WIB
Petugas medis membawa jenazah yang meninggal karena corona. Foto: REUTERS/Andrew Kelly

jpnn.com, PRABUMULIH - Seorang perempuan berusia 78 tahun di Kota Prabumulih Sumatera Selatan meninggal dunia, Selasa (12/5) lalu, dan baru dinyatakan positif COVID-19, Kamis (14/5) kemarin.

Pemakamannya tanpa protokol keamanan COVID-19.

BACA JUGA: Si Teroris Corona di Sumsel Memecahkan Rekor Harian, Bikin Merinding

"Perempuan berusia 78 tahun itu meninggal pada tanggal 12 Mei 2020," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Sumatera Selatan Yusri di Palembang.

Manula yang tercatat sebagai kasus 368 di Sumsel itu baru dinyatakan positif COVID-19 oleh Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Sumsel Kamis (14/5) dari hasil tes swab dengan status penularan lokal.

BACA JUGA: Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Sumsel Bertambah

Sebelumnya, kata Wali Kota Prabumulih Ridho Yahya, mengatakan kasus 368 melakukan rapid test di RS Fadhilah. Setelah hasilnya reaktif, korban dibawa ke RSUD Prabumulih untuk tes swab.

Namun, saat di RSUD Prabumulih, pihak keluarga memaksa kasus 368 dipulangkan karena kondisi cukup sehat.

BACA JUGA: DP Terjangkiti COVID-19 dari Sopir Ambulans, Sempat Kontak dengan 30 Orang

Pada saat itu, petugas sudah berupaya mempertahankan pasien.

Sembilan hari kemudian atau pada tanggal 12 Mei, kasus 368 meninggal dunia, lalu dimakamkan di TPU Kelurahan Prabujaya, Kecamatan Prabumulih Timur tanpa protokol keamanan COVID-19.

Puskesmas setempat telah mengarahkan pemakaman harus sesuai dengan protokol karena kasus 368 meninggal dengan status pasien dalam pengawasan (PDP). Namun, pihak keluarga menolak.

Gugus Tugas Prabumulih baru menerima hasil swab pada Rabu (13/5) malam yang menyatakan almarhumah positif COVID-19.

"Tim medis sudah melacak siapa saja yang sempat berkontak dengan almarhumah, kemudian tim akan melakukan rapid test," kata Ridho.

Kasus 368 menjadi temuan kedelapan kalinya orang yang meninggal sebelum dinyatakan posiitif COVID-19 dari total sepuluh kasus meninggal di Sumsel.

Dua kasus lainnya meninggal dalam perawatan tim medis.

Ia menyebutkan sepuluh kasus meninggal di Sumsel tersebar di Kota Palembang (dua orang), Prabumulih (dua orang), serta Banyuasin, OKU Timur, OKI, Musi Rawas, Ogan Ilir, dan Muara Enim masing-masing satu orang.

Berdasarkan data harian Sumsel, kasus sembuh masih jauh lebih banyak, yakni 73 orang dari 441 total kasus per 14 Mei. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler