jpnn.com - JAKARTA - Politikus Demokrat, Ruhut Sitompul mengaku pernah mendengar curhat dari anggota DPC partainya yang diberikan uang dolar AS saat berlangsungnya Kongres Partai Demokrat di Bandung tahun 2010 silam.
Uang itu diberikan untuk memilih kandidat Ketua Umum (Ketum) yang maju dalam Kongres Demokrat tahun 2010 lalu. Hal ini disampaikan Ruhut saat bersaksi untuk kasus dugaan korupsi di proyek Hambalang dengan terdakwa Anas Urbaningrum di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (7/8).
BACA JUGA: Anas Ngaku Kere, Denny JA Gratiskan Survei
"Ada anggota DPC yang datang ke saya dan cerita bahwa menerima uang (dollar). Jadi mereka cerita, saya awalnya tidak tahu," beber Ruhut.
Anggota DPC itu, kata Ruhut, mengaku diberikan uang ribuan dolar AS untuk memilih Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum. Selain untuk Anas, anggota DPC itu juga curhat ke Ruhut diberikan uang dolar untuk memenangkan kandidat ketua umum lainnya yaitu Marzuki Alie dan Andi Alifian Mallarangeng.
BACA JUGA: Baru 80 Persen Pemda yang Ajukan Rincian Formasi
"Mereka tahu (uang dari kandidat Ketum lain), mereka curhat pak," sambung Ruhut menjawab pertanyaan Jaksa KPK, Yudi Kristiana.
Soal "bom" uang yang sempat mengemuka di kongres yang dimenangkan Anas tersebut, Ruhut pun tak membantahnya. "Ini maaf ya, saya tak tahu. Tapi ibarat bau, ada bau-bau itu saya cium tapi kan saya tidak lihat, bau kan enggak bisa dilihat," kata Ruhut. (flo/jpnn)
BACA JUGA: Diperiksa KPK, Stafsus Kementerian PDT Berusaha Hindari Wartawan
BACA ARTIKEL LAINNYA... Menteri PPN Sambangi KPK
Redaktur : Tim Redaksi