Ruhut Komentari Deklarasi KAMI yang Dihadiri Din, Said Didu, Rocky Gerung

Senin, 03 Agustus 2020 – 08:49 WIB
Mantan anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul. Foto: dokumentasi JPNN.com/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Ruhut Sitompul mengomentari deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dihadiri banyak tokoh di Jakarta, Minggu (2/8).

Hadir di acara itu antara lain Din Syamsuddin, M Said Didu, Refly Harun, hingga Rocky Gerung, dan belasan tokoh lainnya.

BACA JUGA: Bikin Twit, Bang Ruhut Sindir Pihak-pihak Galau soal Gibran bin Jokowi

"Deklarasi nih ye. Pakai embel-embel menyelamatkan bangsa. Aku jadi tertawa termehek-mehek. Orang-orangnya mereka lagi mereka lagi," tulis Ruhut lewat akun Twitternya, Senin (3/8).

Mantan Anggota Komisi III DPR itu juga menyebutkan bahwa saat ini Presiden Joko Widodo dan jajaran sedang bekerja keras membawa Indonesia menjadi negara maju.

BACA JUGA: Kabar Terbaru soal Gaji ke-13 PNS, TNI, Polri, Alhamdulillah

Melalui akun resminya @ReflyHZ, ahli hukum tata negara Refly Harun ikut bersuara mengenai kehadirannya di acara deklarasi KAMI.

"Saya ditanya kenapa datang ke pra deklarasi KAMI, saya bilang hal-hal yang baik justru harus ikut. Tiap warga harus berpartisipasi dalam caranya sendiri, dengan atau tanpa kekuasaan di tangan," jelasnya.

BACA JUGA: Rizal Ramli Sebut Opini Din Syamsuddin Keras, tetapi Ada Benarnya

Dalam pertemuan itu, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin tegas menyatakan bahwa semuanya bersepakat Indonesia sedang karam.

Sehingga, butuh gerakan dari kelompok tertentu untuk bisa bangkit kembali.

“Kita (peserta yang hadir, red) bersetuju dan bersepakat kapal besar Indonesia telah goyang dan hampir karam. Maka perlu anak-anak bangsa bangkit bersama untuk penyelamatan,” tegasnya dalam acara tersebut sebagaimana diberitakan Rmol.id.

Menurutnya, menyelamatkan Indonesia adalah menyelamatkan jutaan mulut yang butuh makan, karena mereka tidak lagi punya apa-apa untuk dimakan.

Termasuk, menyelamatkan jutaan keluarga yang menderita karena kepala keluarga terpaksa berhenti bekerja dan harus berada di rumah, sementara kebutuhan bersama keluarga sangat tergantung kepada penghasilan hari itu.

Selain itu, jutaan anak-anak bangsa generasi masa depan yang tidak dapat belajar secara normal juga harus diselamatkan.

Ini karena mereka harus belajar secara daring, sementara mereka kekurangan bahkan ketiadaan pulsa dan negara tidak hadir untuk melindungi dan membantu mereka.

“Menyelamatkan Indonesia adalah menyelamatkan bangsa ini dari praktik korupsi kolusi nepotisme yang masih merajalela bahkan lingkaran terdekat oleh kekuasaan itu sendiri,” tegas mantan ketum PP Muhammadiyah itu. (fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler