Rumah di Jalan Rangkah Surabaya jadi Tempat Memproduksi Sabu-sabu

Rabu, 23 Desember 2020 – 20:51 WIB
Polisi menunjukkan para tersangka dan berbagai barang bukti alat untuk memproduksi narkoba jenis sabu-sabu di Markas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Rabu (23/12). Foto: ANTARA Jatim/Didik Suhartono

jpnn.com, SURABAYA - Sebuah rumah di Jalan Rangkah Surabaya, Jawa Timur, yang difungsikan memproduksi sabu-sabu digerebek aparat Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Ganis Setyaningrum mengatakan, penggerebekan berawal dari penangkapan sejumlah orang yang menggelar pesta sabu-sabu, kemudian dilakukan penggeledahan dan menemukan peralatan pembuat bahan dasar sabu-sabu.

BACA JUGA: 201 Kg Sabu-sabu di Petamburan Bakal Diedarkan Malam Tahun Baru

"Ini semacam laboratorium kecil-kecilan untuk memproduksi sabu-sabu," katanya kepada wartawan di Surabaya, Rabu (23/12).

Sementara itu, sejumlah barang bukti yang diamankan di antaranya sebuah blender, enam buah pipet, dua buah jeriken, sebuah alumunium foil, satu sarung tangan.

BACA JUGA: Simpatisan FPI Ditangkap, Inilah Sosok FA

Kemudian sebuah gelas ukur plastik, tabung berisi etanol, 16 bungkus obat sakit kepala, sebuah tabung ukur, sebuah selang plastik, sebuah saringan 'stainless' dan sebuah timbangan elektronik.

"Hasil uji lab menunjukkan bahwa bahan-bahan yang kami amankan mengandung prekursor atau bahan baku sabu-sabu. Di antaranya mengandung benzena, yaitu berupa toluene dan juga jenis senyawa keton atau aseton," ujar Ganis.

BACA JUGA: Risma jadi Mensos, Lihat Rumah Dinas Wali Kota Surabaya

Penggeledahan di rumah itu, polisi juga menemukan sebanyak 1.400 butir pil koplo, dan mengungkap otak rumah produksi sabu-sabu adalah Ivan Wahyu, yang dibantu oleh Didik, Arifin, dan Iqbal, warga Kota Surabaya.

"Penyandang dananya bernama Syaiful, warga Blega, Kabupaten Bangkalan, Madura. Seorang lainnya bernama Rozak adalah salah satu pembeli yang turut ditangkap karena ikut pesta sabu di rumah itu," ungkapnya.

Berdasarkan keterangan para pelaku, rumah produksi sabu-sabu ini baru dibuat untuk memenuhi permintaan yang meningkat menjelang Tahun Baru 2021, sehingga berinisiatif untuk memproduksi sabu-sabu sendiri.

"Kami masih mengembangkan penyelidikan untuk mengetahui apakah benar rumah produksi sabu-sabu ini baru saja didirikan atau sudah banyak hasil produksinya yang sudah dipasarkan," katanya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler