Rumah Papan Itu Ludes Terbakar, Ayah dan Anak Tewas sedangkan Ibu Sekarat

Jumat, 29 Mei 2015 – 10:54 WIB

jpnn.com - LINGGA - Duka menyelimuti keluarga Suhaini, 27, setelah api melahap rumah panggung papan mereka di Marok Kecil, Dusun Laboh, Lingga, Kepri, Rabu (27/5) sekitar pukul 12.00 WIB. Apalagi musibah itu turut menewaskan suaminya, Alwi, 28, dan anak semata wayangnya, Ami Kurnia yang masih berumur empat tahun.

Suhaini yang mengalami luka bakar hingga 50 persen di sekujur tubuhnya, kini dirawat di ruang ICU RSUD, Dabo Singkep. Mulai dari kaki hingga badan sebelah kanan Suhaini mengalami luka bakar parah.

BACA JUGA: Parkir Sembarangan dan Melanggar Rambu, Empat Kendaraan Diderek Aparat

Suhaini terbaring sendirian di bangsal RSUD acapkali menanyakan keadaan Ami, anak kesayangannya yang tidak berada dalam ruangan rumah sakit bersamanya. Keluarga dan tetangga Suhaini yang ada di RSUD mengaku belum menyampaikan kabar jika buah hati Suhaini tewas akibat musibah tersebut. Hingga berita ini ditulis Suhaini belum mengetahui suami dan anaknya tidak selamat dari kobaran api.

"Kami belum memberitahukan jika anaknya telah tiada," ujar Idah, 40, mertua Suhaini ketika ditemui di RSUD yang terus mengucurkan air mata.

BACA JUGA: Tragedi Tapanuli, Ini Respon Presiden Jokowi

Seperti dilansir Batam Pos (Grup JPNN), Suhaini selamat dari musibah kebakaran itu karena berhasil loncat ke laut setelah mengetahui rumahnya terbakar. Namun kondisi terbalik dialami Alwi dan Ami, mereka berdua terjebak dalam rumah yang penuh dengan kobaran api sehingga tewas di tempat kejadian.

Alwi dan Ami mengalami luka bakar serius, seluruh tubuh keduanya hangus terbakar api. Melihat kondisi tersebut, warga sekitar langsung mengebumikan keduanya, Kamis (28/5) di TPU dusun tersebut.

BACA JUGA: Profesor Tukang Jualan Ijazah Itu Dikenal sebagai Sosok yang Alim

Kapolres Lingga AKBP Surisman membenarkan jika kebakaran tersebut menelan dua korban jiwa anak dan ayah bernama Alwi dan Ami di tempat kejadian perkara. Hingga saat ini, Surisman mengaku masih melakukan penyelidikan terkait sumber api yang melahap rumah panggung dari papan di tepi pantai tersebut.

"Dusun itu belum masuk listrik, mungkin juga api berasal dari lampu minyak tanah tapi itu masih kemungkinan saja, kami terus melakukan penyelidikan," ujar Surisman melalui saluran telepon.

Surisman menambahkan, api dapat dipadamkan setelah warga sekitar bahu membahu memadamkan api dengan alat seadanya melihat kondisi jarak Desa Laboh yang sangat jauh dari kota.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrami Kabupaten Lingga, H Muslim, mengaku telah menurunkan tim untuk menyalurkan bantuan bagi warga korban musibah kebakaran. Dia juga mengaku akan mengunjungi korban yang selamat untuk memberikan bantuan.(wsa/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ide Bikin Ijazah Palsu Muncul Lantaran Mau Bantu Teman Mencari Kerja


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler