Rumah Sakit Masih Penuh Pasien Covid-19, Jakarta Dibayangi Malaria

Jumat, 23 April 2021 – 15:46 WIB
Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet. Ilustrasi. Foto: Antara

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis Kementerian Kesehatan Didik Budijanto mengatakan bahwa penemuan kasus malaria masih menjadi tantangan, terlebih di tengah pandemi Covid-19. 

Dia mengakui adanya potensi kasus malaria di Jakarta dan wilayah lain ketika sejumlah rumah sakit dipenuhi pasien Covid-19.

BACA JUGA: Waspadai Malaria di Tengah Pandemi COVID-19

Menurutnya, fasilitas layanan kesehatan untuk kasus malaria harus tetap beroperasi.

"Terutama ketersediaan obat dan logistik malaria dan DBD di setiap layanan kesehatan," katanya pada konferensi pers yang disiarkan secara daring, Jumat (23/4).

BACA JUGA: Badan Pengawas Obat Uni Eropa: Jangan Gunakan Obat Malaria untuk Pasien Covid-19

Didik juga mengimbau petugas dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota untuk memantau dan mengantisipasi layanan malaria atau demam berdarah dengue (DBD) pada saat pembatasan sosial.

Dia juga menjelaskan bahwa untuk mengatasi penyakit tular vektor dan zoonosis seperti malaria, harus diupayakan deteksi jenis vektor nyamuk dan serangga lainnya yang berpotensi menularkan penyakit tular vektor.

BACA JUGA: Simak Penjelasan Sekjen Kemenkes soal Skema Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia

Kemudian, diperlukan juga kegiatan surveilans vektor untuk memantau perkembangan dan penyebarannya.

Pada area sekitar manusia juga harus diupayakan pemenuhan standar baku mutu untuk pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit, yang meliputi angka kepadatan dan habitat perkembangbiakannya.

Didik berharap timbul kesadaran dan motivasi masyarakat tentang bahaya vektor dan binatang pembawa penyakit, sehingga dapat ikut berperan dalam pengendalian dan pencegahannya.

"Masyarakat pun turut dilibatkan dan perlunya advokasi komitmen daerah dalam mencegah penyakit makin meluas," ujarnya. (mcr9/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Dea Hardianingsih

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler