Rupiah Hari Ini Dibuka Terkoreksi Seiring Pelemahan Mata Uang Regional Asia

Senin, 20 Januari 2020 – 11:01 WIB
Uang Rupiah. Foto: JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah hari ini, Senin (20/1) pagi, terkoreksi seiring pelemahan mata uang regional Asia.

"Pagi ini mata uang kuat Asia yen, dolar Hong Kong, dolar Singapura, dibuka kompak melemah terhadap dolar AS yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah," kata Kepala Riset Samuel Aset Manajamen Lana Soelistianingsih di Jakarta, Senin.

BACA JUGA: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah

Pada pukul 9.51 WIB, rupiah melemah 6 poin atau 0,04 persen menjadi Rp 13.651 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya di level Rp13.645 per dolar AS.

Sementara itu, dari eskternal, ekonomi Tiongkok pada Kuartal IV-2019 tumbuh 6 persen (yoy), sesuai dengan ekspektasi analis.

BACA JUGA: Rupiah Hari Ini Diyakini Tidak Akan Banyak Bergerak

Ekonomi Tiongkok mengalami perlambatan yang cukup cepat dari tertingginya 6,8 persen (yoy) pada Kuartal I-2017.

Penurunan tajam terjadi pada Kuartal II-2018 yang sebesar 6,5 persen dari Kuartal I-2018 di 6,7 persen (yoy).

BACA JUGA: Diprediksi Menguat, Rupiah Hari Ini Justru Ditutup Melemah

Tampaknya perlambatan itu sejalan dengan dimulainya perang dagang antara AS-Tiongkok yang mulai terjadi sejak Maret 2018.

Seiring dengan konflik dagang tersebut, ekspor yang menjadi tumpuan ekonomi Tiongkok terus melemah yang berdampak pada menurunnya produksi di dalam negeri, bahkan PMI (Purchasing Manager’s Index) untuk sektor manufaktur terus turun, dan sempat terendahnya di 47,2 pada Juni 2019, yang artinya kontraksi.

"Namun dengan mulai terlihat tanda-tanda kesepakatan dagang, PMI Manufaktur mulai meningkat, dan bisa menjadi indikasi membaiknya ekonomi China ke depan," ujar Lana.

Lana memperkirakan rupiah pada hari ini bergerak di kisaran Rp 13.650 per dolar AS hingga Rp 13.670 per dolar AS.

Adapun kurs tengah Bank Indonesia pada Senin menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp 13.654 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 13.648 per dolar AS. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler