Rupiah Lemah, Maskapai Resah

Jumat, 13 Maret 2015 – 05:47 WIB
Direktur Umum Lion Group, Edward Sirait (tengah). Foto: dok.JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Kalangan industri penerbangan Indonesia mulai resah menghadapi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang terus melemah.

Pasalnya, sekitar 70 persen biaya operasional perusahaan maskapai menggunakan valuta asing terutama dolar Amerika Serikat (USD). Meski begitu tidak bisa seenaknya naik harga tiket.

BACA JUGA: Fadli Zon: Ini Pelemahan Rupiah Tercepat di Era Reformasi

Direktur Umum Lion Group, Edward Sirait, mengatakan maskapai bersama regulator mematok kisaran nilai tukar Rupiah terhadap USD di kisaran Rp 12.500 hingga Rp 13.000 tahun ini. Meski begitu, penguatan USD hingga melampaui 13.000 tetap menjadi perhatian karena secara otomatis berdampak terhadap biaya.
 
"Untuk sekarang kita lihat dulu, berapa lama ini kondisi begini. Kalau harga jual tiket sudah jelas ada batas atas dan batas bawah yang sudah ditentukan pemerintah. Kita tetap bermain di harga antara batas atas dan batas bawah itu,"  ujarnya kepada Jawa Pos (induk JPNN), kemarin.

Perubahan batas atas harga tiket hanya bisa berubah jika ada situasi tertentu, salah satunya jika nilai tukar sudah berubah secara permanen setidaknya tiga bulan.  

BACA JUGA: Nasib 5 Bank Terancam jika Rupiah Anjlok di Level...

"Maka kita lihat ini permanen atau tidak. Kalau masih bersifat sementara ya kita tidak bisa berbuat apa-apa. Yang pasti biaya rutin kita sekitar 70 persen itu valuta asing,"  akunya. (gen)

 

BACA JUGA: Rupiah Betah di Level Rp 13 Ribu, Ini Langkah yang Disiapkan Pemerintah

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rupiah Rp 13 Ribu, Omong Kosong Dibilang Aman-aman Saja


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler