Rusmiati Sebut Kuliner Seblak Bisa jadi Warisan Budaya, Tetapi Ada Syaratnya

Minggu, 23 Juli 2023 – 00:10 WIB
Kuliner seblak. Foto: dok Cookpad

jpnn.com, JAKARTA - Kuliner seblak yang belakangan ini semakin populer bisa diusulkan untuk ditetapkan sebagai warisan budaya Indonesia.

Sebab, kuliner yang tumbuh di Kabupaten Garut dan Bandung, Jawa Barat itu sudah ada sejak lama dan tetap bertahan sampai saat ini.

BACA JUGA: Tukang Seblak dan Warga Singapura Jadi Korban Penipuan Mengatasnamakan Baim Wong

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Direktorat Pelindungan Kebudayaan pada Kemendikbudristek, Rusmiati seusai kegiatan Sosialisasi Pelindungan Warisan Budaya di Hotel Harmoni, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (22/7).

"Ini yang lagi ramai kuliner seblak, itu dari Bandung apa Garut, harus ada kajian, dan bisa diusulkan sebagai warisan budaya," kata Rusmiati.

BACA JUGA: Kini Ada Ragam Menu Seblak Cita Rasa Internasional

Dia menjelaskan kuliner seblak sudah ada sejak lama yang dikabarkan menjadi tradisi masyarakat memasak kerupuk basah dengan bumbu rempah-rempah khas dan terus berkembang di masyarakat.

Terkait asal mula daerahnya itu, kata dia, harus dikaji, jika ada di beberapa daerah misalkan dari Garut dan Bandung, maka bisa diusulkan menjadi kuliner daerah tingkat provinsi sebagai warisan budaya tak benda dari Provinsi Jawa Barat.

BACA JUGA: Lima Tahun di Indonesia, Haruka Ketagihan Seblak dan Cireng

"Kalau misalkan inisiatornya Garut dengan Bandung, maka bisa ditarik menjadi Provinsi Jawa Barat, maka silakan usulkan bagaimana sejarah seblak itu," kata Rusmiati.

Dia menyampaikan untuk mengusulkan kuliner seblak sebagai warisan budaya maka harus memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan, di antaranya sejarah atau ada cerita tentang seblak.

Selanjutnya, kata dia, harus ada dokumen pendukung lainnya.

Semisal, ada foto, video atau bukti-bukti fisik maupun saksi yang bisa menguatkan tentang kuliner seblak sebagai karya anak bangsa dengan cita rasa khas tersendiri.

"Sejarahnya bagaimana seblak ini, apakah seblak ini original seperti itu, karena ini kekayaan sektor kuliner keterampilan masyarakat dalam menciptakan makanan," katanya.

Dia mengatakan untuk mengusulkan kuliner seblak itu harus dilakukan secara komunitas atau kelompok yang bisa mempertanggungjawabkan seluruh dokumen maupun data tentang seblak tersebut.

Setelah data penunjang seblak sebagai warisan budaya tidak benda sudah lengkap, kata dia, maka bisa diusulkan ke pemerintah daerah, kemudian provinsi, sampai berikutnya dikaji di tingkat nasional untuk memutuskan sebagai warisan budaya tak benda.

"Berangkatnya harus dari usulan komunitas melalui dinas, komunitas pengusul yang bertanggung jawab terhadap data, ada beberapa kajian penilaian satu, dua, tiga, lalu ada sidang penetapan warisan budaya tak benda," katanya.

Dia berharap adanya semua pihak berperan menjaga warisan budaya di Indonesia maka akan menjaga nilai-nilai budaya yang akhirnya bisa terus diketahui oleh setiap generasi yang akan datang.

"Harapan saya dengan sosialisasi ini masyarakat bisa lebih tahu aneka ragam warisan budaya, apa yang harus kita lakukan untuk menjaga dan mewariskan," kata Rusmiati. (Antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Masih Betah Menjomlo, Rafael Tan Pilih Sibuk Urus Seblak


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler