Saatnya KPK Buktikan Janji

Selasa, 09 Oktober 2012 – 17:56 WIB
JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Iberamsjah mengatakan pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait kisruh KPK-Polri adalah pidato yang dinanti-nantikan rakyat karena pidato itu benar-benar memenuhi semua keinginan rakyat Indonesia.

“Pidatonya tanpa cela, cerdas dan tegas. Sosok SBY seperti inilah yang ditunggu oleh rakyat Indonesia. Rakyat akan berada sepenuhnya di belakang SBY. Pidato itu memenuhi keinginan mayoritas rakyat Indonesia. Semua poin yang disampaikan SBY sudah mencakup semua tuntutan rakyat,” kata Iberamsjah kepada wartawan, di Jakarta, Senin (9/10).

Saat ini lanjutnya, rakyat menunggu bukti sikap dan ketegasan KPK dalam memberantas korupsi. Rakyat akan melihat apakah semua keluhan KPK selama ini terhadap pemberantasan korupsi hanya wacana saja atau hanya untuk menutupi ketidakmampuan dan keseriusan KPK dalam pemberantasan korupsi.

“Kita akan lihat nanti konsekuensi KPK, walau KPK selalu menegaskan dalam pemberantasan korupsi mereka tidak butuh dukungan presiden karena mereka lembaga independen, apakah serius atau cuma mengembangkan wacana-wacana saja layaknya LSM. KPK harus membuktikan bahwa kendala yang selama ini mereka keluhkan bukan hanya lempar tanggungjawab saja atas ketidakseriusan mereka memberantas korupsi,” tegasnya.

Dengan kewenangannya yang besar saat ini, harap dia, KPK harus bisa membuktikan pemberantasan korupsi dengan fakta dan bukan dengan janji-janji atau alasan-alasan tidak bermutu.

”Buktikan saja bisa apa mereka dengan kewenangan besar itu. Jangan hanya bicara mau menangkap atau mau ada tersangka baru, tapi biang-biang koruptornya masih bebas. Kalau masih mengeluarkan alasan, maka tidak salah jika kemudian rakyat yang tadinya ada dibelakang KPK malah akan menuntut bubarkan KPK,” ujarnya.

Semua perkara korupsi yang sampai saat ini masih menggantung di KPK antara lain kasus korupsi pajak, Hambalang, Wisma Atlet, dan Kasus PON Riau harus bisa dituntaskan oleh KPK.

“Ini sudah pernyataan langsung dari SBY bahwa dia mendukung penuh langkah KPK. Maka jangan hanya fokus pada masalah korupsi simulator Sim, korupsi pajak, wisma atlet, Hambalang, rekening gendut. Semua perkara korupsi yang ditangani KPK harus tuntas. KPK jangan lagi mengembangkan isu bahwa ada campur-tangan penguasa dan partai politik besar hingga pekerjaannya tidak pernah tuntas," pungkasnya.(fas/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Aktivis Lombok Rantai Diri di KPK

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler