Salah Injak Pedal, Tentara AU pun Dibuat Repot

Senin, 08 Mei 2017 – 19:51 WIB
CELAKA: Mobil Toyota Ayla yang masuk parit dan proses evakuasi dengan menggunakan bantuan forklift, TNI dan warga. Foto Guntur/Radar Sidoarjo/JPNN.com

jpnn.com, SIDOARJO - Salah injak pedal gas, mobil Toyota Ayla nomor polisi S 891 JM yang dikemudikan M Lazim, 41, warga Dusun Tumapel, Desa Ketajen, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur masuk ke parit depan pangkalan TNI AU, Desa Sedati Gede, Kecamatan Sedati, Minggu (7/5) sekitar pukul 14.00.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian. Kecelakaan tunggal ini bermula saat korban yang hendak mendampingi istrinya belajar mobil ini melaju dari arah Sedati Gede menuju ke Desa Semambung, Gedangan.

BACA JUGA: Ibu Dobrak Pintu Rumah Anaknya, Duh Gusti...

Sesampainya di depan pangkalan TNI AU, korban yang yang mengemudikan mobil bersama istri dan anaknya tersebut bermaksud memutar balik di depan gerbang markas TNI.

SETENGAH BASAH: Mobil Toyota Ayla yang masuk ke parit sebelum dievakuasi oleh pihak kepolisian. Mobil tersebut masuk ke parit karena salah injak pedal. Foto Guntur/Radar Sidoarjo/JPNN.com

BACA JUGA: Mabuk Lalu Tabrak Rumah, Pria Ini Minta Dibunuh

Saat memutar ke kanan tiba-tiba dari arah belakang melaju sepeda motor dengan kecepatan tinggi.

Korban asli Lamongan ini terkejut hingga awalnya berniat menginjak rem malah salah menginjak gas mobil.

BACA JUGA: Peminat Tiket Mudik Lebaran H-6 Belum Banyak

Akibatnya, mobil melaju kencang dan masuk ke parit dengan lebar satu meter tepat
di depan pangkalan tersebut.

“Korban mengaku terkejut sehingga salah injak gas. Mobil terus melaju dan masuk ke parit,” kata Kapolsek Sedati AKP Hardyantoro, Minggu (7/5).

Setelah kejadian tersebut korban bersama istri dan anaknya naik ke atas parit. Korban tetap menunggu proses evakuasi sementara istri dan anaknya diungsikan terlebih dulu karena trauma setelah kejadian tersebut.

Proses evakuasi sempat terhambat karena terkendala peralatan dan mobil derek. Hingga akhirnya proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan forklift.

"Banyak pemilik derek swasta yang libur, ada derek tapi pegawai bagian operasional mobilnya tidak ada. Namun, kami bisa segera menemukan penggantinya yang terpenting kami evakuasi secepatnya agar tidak menjadi perhatian masyarakat dan mengganggu
lalu lintas,” terang perwira pertama dengan tiga balok kuning di pundaknya ini.

Sementara itu, korban M Lazim mengatakan, dirinya tidak sedang belajar mobil. Ia bermaksud untuk mengajari sang istri menyetir mobil, namun sebelum belajar menyetir mobil tersebut sudah masuk ke parit terlebih dulu.

‘Saya terkejut saat melihat sepeda motor dengan kecepatan tinggi datang kearah saya. Saat itu juga saya hendak menghindarinya dengan mengerem namun salah malah injak gas," kata M Lazim. (gun/rud)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Belasan Murid Pesantren Terkapar Lantaran Keracunan Makanan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler