Salim Segaf Soroti Perlunya Regenerasi Petani

Selasa, 28 September 2021 – 21:41 WIB
Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al Jufri bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Karawang, Jawa Barat, Selasa (29/9). Foto Dokumen PKS

jpnn.com, KARAWANG - Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al Jufri menyebut perlunya regenerasi petani demi menarik minat milenial.

Sebab, kata dia, data BPS menyatakan bahwa 60,8 persen petani di Indonesia berusia di atas 45 tahun.

BACA JUGA: Ramal Ria Ricis dan Teuku Ryan, Wirang Birawa: Kali ini Aneh Sekali

Salim mengatakan itu usai melaksanakan panen raya bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Karawang, Jawa Barat, Selasa (29/9).

"PKS mendorong Pemerintah untuk memberikan akses permodalan dan insentif bagi profesi petani sehingga menarik generasi muda menjadi petani. Saat ini, regenerasi petani berjalan lambat dan berakibat pada banyaknya petani dengan usia lanjut," ujar Salim melalui keterangan persnya, Selasa ini.

BACA JUGA: Menko Airlangga Sebut PPKM Efektif Tekan Penurunan Kasus Covid-19 di Luar Jawa-Bali

Selain itu, kata Eks Menteri Sosial itu, negara bisa melindungi petani dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan sehingga terjadi regenerasi.

Dia juga meminta tata niaga komoditas pertanian harus berpihak pada kepentingan petani. Misalnya, ada kebijakan agar harga tetap stabil sehingga petani tidak menanggung rugi saat panen.

BACA JUGA: BGR Logistics Torehkan Kinerja Positif di Kala Pandemi

"Jangan ada lagi impor beras justru saat panen raya. Negara harus melindungi petani. Ini tanggung jawab pemerintah membantu petani sesuai amanat UU No.19/2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani," sebut dia.

Salim menekankan, masa depan dunia adalah ketahanan pangan. Indonesia memiliki potensi luar biasa dari sektor pertanian sehingga ke depan bisa menjadi negara besar jika berpihak ke petani.

"PKS pernah mengirim Pak Anton Apriantono sebagai Menteri Pertanian dan berhasil melakukan swasembada beras sehingga tak perlu impor beras," eks Dubes Arab Saudi untuk Indonesia itu.

Gubernur Ridwan Kamil menyebut masa depan dunia ialah food security. Jawa Barat, papar dia, sudah surplus produksi padi dan bisa mengirim 1 ton lebih untuk nasional.

"Kami sudah ujicoba metode baru di Jabar, kalau biasanya satu hektare bisa menghasilkan 5-6 ton, dengan metode baru bisa 10-11 ton dan ini sudah berhasil di tiga kabupaten," ungkap pria yang akrab disapa Kang Emil ini.

Menurut Kang Emil, Jawa Barat ialah provinsi yang sudah menggerakkan petani milenial. Bahkan, provinsi beribu kota di Bandung itu sudah mengeluarkan slogan 'Hidup di Desa, Rezeki Kota' demi mendukung petani milenial.

"Saat pandemi ada tiga sektor yang tumbuh dua diantaranya yakni soal pangan dan digital. Jabar sudah menggabungkan keduanya agar anak-anak muda bisa berkecimpung di dunia pertanian," ujar dia.

Salim dalam panen raya itu diketahui memborong 10 ton gabah kering dari petani muda di Desa Pasir Tanjung, Lemah Abang, Kabupaten Karawang.

Presiden PKS Ahmad Syaikhu, Sekretaris Jenderal PKS Habib Aboe Bakar Al Habsyi, dan Bupati Karawang Cellica Nurchadiana turut hadir dalam panen raya itu. (ast/jpnn)


Redaktur : Yessy
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
petani   Salim Segaf   PKS   BPS   data BPS  

Terpopuler