Salju Sambut Jokowi, Presiden Afghanistan Berharap Berkah

Senin, 29 Januari 2018 – 23:59 WIB
Presiden Joko Widodo bersama Presiden Afghanistan Ashraf Ghani di Kabul, Senin (29/1). Foto: Biro Pers Setpres

jpnn.com, KABUL - Presiden Joko Widodo menyatakan dukungannya kepada Afghanistan untuk mewujudkan perdamaian. Jokowi -panggilan kondnag Joko Widodo- menyampaikan itu ketika menggelar pertemuan bilateral selama satu jam dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani di Kabul, Senin (29/1).

Dalam pertemuan itu, Jokowi dan Ashraf sepakat tentang pentingnya pembangunan ekonomi. Sebab, pembangunan ekonomi diperlukan untuk menopang perdamaian.

BACA JUGA: Makin Nekat, ISIS Serbu Akademi Militer di Kabul

"Tanpa perdamaian tidak akan ada kesejahteraan. Tanpa kesejahteraan, perdamaian tidak akan lestari. Oleh karena itu, pada saat kita bekerja sama membangun perdamaian, maka kerja sama ekonomi harus ditingkatkan secara paralel," katanya.

Jokowi dalam lawatannya di negeri sarat konflik itu juga menyampaikan dukacita mendalam kepada Presiden Ashraf berserta seluruh rakyat Afghanistan atas tragedi teror bom di Kabul yang menewaskan ratusan orang belum lama ini. "Saya berdoa agar para korban dapat segera pulih dan kepada keluarga serta kerabat yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran," ujarnya.

BACA JUGA: Setelah Soekarno, Jokowi Presiden Ke 2 yang ke Afghanistan

Menurut Jokowi, kunjungannya ke Afghanistan merupakan bentuk penghormatan atas kunjungan Presiden Ashraf ke Indonesia pada tahun lalu. Jokowi menjadi Presiden RI setelah Soekarno yang mengunjungi Afghanistan.

"Kunjungan saya ke Afghanistan merupakan kunjungan kenegaraan bilateral pertama Presiden Republik Indonesia setelah hampir enam dekade. Terakhir Presiden Soekarno berkunjung ke Afghanistan pada Mei 1961," tuturnya.

BACA JUGA: Kabul Diguncang Teror, Presiden Jokowi Tetap ke Afghanistan

Selain itu, Jokowi juga menyinggung nilai perdagangan kedua negara yang masih relatif rendah. Padahal, katanya, potensi kerja sama perdagangan kedua negara sangat besar.

Untuk itu, Jokowi akan menindaklanjuti hal tersebut dengan menugaskan jajaran terkait. "Saya telah meminta para menteri saya untuk mendorong business to business contact," tuturnya.

Selain itu, dukungan Indonesia pada upaya perdamaian di Afghanistan juga ditunjukkan dengan kerja sama peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Untuk itu, Indonesia akan terus meningkatkan program pengembangan kapasitas masyarakat Afghanistan seperti pemberdayaan perempuan, pengembangan UKM, kesehatan, penegakan hukum, dan tata kelola pemerintahan.

"Indonesia juga siap memberikan 100 beasiswa bagi pelajar Afghanistan," sambungnya.

Upaya lain yang ditempuh Indonesia untuk mewujudkan perdamaian di Afghanistan adalah melanjutkan pembangunan kompleks Indonesia Islamic Centre (IIC) di Kabul. Rencananya, fasilitas kesehatan juga akan dibangun dalam kompleks tersebut pada tahun ini.

"Klinik kesehatan di kompleks IIC akan mulai dibangun pada musim semi 2018 melengkapi Masjid As-Salam yang telah digunakan oleh masyarakat Afghanistan sejak tahun 2015," ungkapnya.


Kompleks IIC ini merupakan simbol atau monumen dari persahabatan Indonesia dan Afghanistan. Lokasi tersebut diharapkan akan menjadi pusat kegiatan yang mendorong perdamaian.

"Indonesia dan Afghanistan akan meningkatkan berbagai kegiatan yang dapat membantu proses peace building dan rekonsiliasi di Afghanistan," tegas mantan wali kota Solo itu.

Sementara Presiden Ashraf Ghani menyambut baik kehadiran Presiden Jokowi di negaranya. Dalam catatan Ashraf, mantan gubernur DKI itu getol mempromosikan perdamaian bagi Afghanistan.

“Saya sangat menghargai dan menyampaikan terima kasih dari rakyat Afghanistan atas kedatangan di sini. Presiden Jokowi selalu mendorong terjadinya perdamaian di Afghanistan,” ucap Ghani.

Selain itu, kedatangan Presiden Jokowi juga membawa berkah bagi masyarakat Afghanistan. Kedatangan Jokowi di Kabul diiringi hujan salju yang diyakini membawa berkah. 

“Kedatangan Yang Mulia tidak perlu membawa emas, tapi membawa hujan dan salju. Hujan dan salju merupakan berkah bagi kami. Salju dan hujan tidak pernah memilih akan turun pada orang kaya atau orang miskin,” kata Presiden Ghani.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gila! 103 Nyawa Melayang Demi Sebuah Pesan untuk Trump


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler