Saluran Penghubung Dikeruk Oktober

Senin, 27 September 2010 – 07:53 WIB

JAKARTA -- Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta terus mengebut pengerukan saluran yang menjadi kewenangan Pemprov DKISetelah sukses mengeruk 64 segmen dan dilanjutkan enam segmen tahun ini, bersamaan dengan itu juga akan dilaksanakan pengerukan saluran penghubung mikro dan makro di lima wilayah DKI Jakarta.   
“Pengerukan saluran penghubung akan dimulai Oktober

BACA JUGA: Tawuran Reda, Warga Minta Pelaku Ditangkap

Akhir tahun ditargetkan sudah selesai,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Ery Basworo.

Pekerjaan berat Dinas PU untuk meminimalisasi banjir memang ada dua segmen
Genangan di jalan raya akibat luapan drainase serta banjir di pemukiman akibat tertutupnya saluran oleh sampah, dibeton atau tertutup oleh bangunan

BACA JUGA: Tawuran, Tanah Tinggi Mencekam

Untuk meminimalisasi genangan jalan raya, dilakukan revitalisasi drainase di 106 titik yang pengerjaannya dilakukan secara bertahap


Selain itu juga dipasang pompa

BACA JUGA: Pemprov DKI Minta Pusat Ikut Keruk Kali

Sementara untuk mengurangi banjir di pemukiman itu, dilakukan revitalisasi saluran dengan menertibkan bangunan yang berdiri serta pembetonan liarSetelah penertiban dilakukan, saluran akan dikeruk, sampah dan lumpur diangkut ke permukaan serta dilakukan pelebaranBaik tali air maupun mulut airAgar air bisa cepat mengalir dan tidak antre. 

Revitalisasi saluran penghubung di lima wilayah DKI mendesak dilakukan lantaran kondisinya kian hari bertambah parahSementara di Jakarta, daerah resapan sangat minimAir yang menggenang hanya bisa surut jika masuk ke saluranBelum lagi faktor perubahan iklim membuat curah hujan semakin tinggi dan tidak menentuSeperti yang terjadi akhir pekan lalu, curah hujan mencapai 150 mm hingga 200 mmCurah hujan tersebut termasuk cukup tinggi lantaran biasanya terjadi dalam jangka waktu sepekanBukan dalam beberapa jam saja. 

Menurut Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air Dinas PU DKI Tarjuki, revitalisasi saluran penghubung tersebut diserahkan ke sudin masing-masing wilayah yang pengerjaannya dilakukan secara serempakSeperti di Jakarta Pusat, dilakukan revitalisasi saluran Jalan Cilacap dan Jalan PasuruanLalu Jalan Sabang, Jalan Kyai Caringin serta Jalan Sudirman sisi timur Sumitmas.

Di Jakarta Selatan, dilakukan revitalisasi di saluran terowongan Casablanka, Jalan Gatot Subroto, Jalan Mampang Terusan serta Jalan DenpasarSementara untuk 16 saluran lainnya sudah direvitalisasiDi Jakarta Timur, dilakukan revitalisasi saluran di Jalan Sugiono depan Jalan Baladewa, Kecamatan Duren Sawit

Sementara di Jakarta Utara, dilakukan revitalisasi saluran Jalan Raya Jembatan III Sekitar turunan tol, Jalan Muara baru Pos VI Pelabuhan Batubara, Kapuk depan SMP 122, Teluk GongSelain itu juga saluran di Kecamatan Pademangan yang menyebabkan banjir di Jalan Lodan depan Hotel Alexis, Jalan Kampung Bandan, Jalan Hidup Baru (sepanjang Kali Mati), Jalan Budi Mulya serta Jalan Gunung Sahari

Kemudian genangan di Tanjung Priok, direvitalisasi juga saluran yang menyebabkan banjir di Jalan Danau Sunter Permai depan Pengadilan, Jalan Yos Sudarso sisi barat serta Jalan Danau Sunter SelatanLalu di Koja, Jalan Kramat Raya dan Jalan Kelapa Muda
Sementara di Kelapa Gading, Jalan Perintis Kemerdekaan serta Jalan Pegangsaan Dua“Rata-rata, pengerjaan sudah dimulaiAkhir tahun ditargetkan beres seluruhnya,” kata Tarjuki(aak)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Selingkuh, Pemicu Istri Minta Cerai


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler