Salurkan Bantuan Pertanian, Kementan Dorong Subang Jadi Lumbung Pangan Dunia

Rabu, 27 Maret 2019 – 15:15 WIB
Mentan Andi Amran Sulaiman saat menghadiri acara Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementerian Pertanian di Alun Alun Kabupaten Subang, Rabu (27/3). Foto: Humas Kementan

jpnn.com, SUBANG - Kementerian Pertanian (Kementan) menyalurkan berbagai bantuan berupa komoditas pangan hortikultura, benih, bibit hingga alat teknologi lain untuk mempercepat dan meningkatkan produksi pertanian di daerah Subang, Jawa Barat. Bantuan tersebut nilainya mencapai kurang lebih Rp 43,63 miliar.

"Semua bantuan itu fokus untuk meningkatkan kesejahteraan, taraf hidup dan kemandirian petani dalam memenuhi kecukupan pangan. Buat kami, kesejahteraan mereka adalah kebahagian kita semua," kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menghadiri acara Apresiasi dan Sinkronisasi Program Kementerian Pertanian di Alun Alun Kabupaten Subang, Rabu (27/3).

BACA JUGA: Petani Semakin Meminati Asuransi Berbasis Aplikasi SIAP

Adapun bantuan yang diberikan antara lain 150 ekor domba yang diterima Kelompok Tani Ternak Gadog dan Kelompok Tani Harapan Jaya. Selain itu ada juga 8500 ekor ayam yang diterima Pondok Pesantren Assalam Post, Sabilussalam dan Az Zahra. "Semua bantuan ini untuk mewujudkan pertanian yang berkeadilan secara merata. Maka itu, petani dan peternak sebagai penggerak utama di sektor pertanian perlu ditingkatkan kesejahteraannya," katanya.

Amran menjelaskan, bantuan ini juga sekaligus upaya pemerintah dalam mendorong generasi milenial agar mau turun langsung ke sektor pertanian. Bantuan ini juga diharapkan mampu meningkatkan indeks penanaman dan efektif dalam menekan seluruh biaya operasional dan resiko kerugian jika dibandingkan dengan alat tradisonal.

BACA JUGA: Kementan Salurkan Bantuan untuk Petani Sarolangun

"Ini bentuk perhatian dan komitmen pemerintah bahwa segala kebijakan dan program pertanian harus bisa mensejahterakan petani. Karena itu, penggunaan alsintan modern adalah pilihan tepat untuk meningkatkan produksi petani dan mendorong anak muda terjun ke sektor pertanian," katanya.

Dengan bantuan ini, kata Amran, para petani dan peternak diharapkan terus membangun Subang sebagai wilayah yang mendukung Indonesia menuju lumbung pangan dunia. "Saya juga mengapresiasi wilayah Subang mampu mewujudkan lumbung padi yang menjadi penopang kebutuhan nasional," katanya.

BACA JUGA: Petani Garut Rasakan Manfaat Besar Kartu Tani

Sementara itu, Bupati Subang, H Ruhimta menyampaikan apresiasi atas bentuk perhatian pemerintah pusat yang mempercayakan Subang sebagai daerah pertanian penopang pangan nasional. Dia berharap, bantuan ini mampu berkembang dengan baik dan meningkatkan kesejahteraan petani. "Alhamdulillah kita diberikan bantuan komoditas pertanian oleh pemerintah pusat," katanya.

Menurut dia, sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang menjadi prioritas penting bagi pembangunan Kabupaten Subang. Untuk itu, pihaknya terus melakukan upaya percepatan melalui Jalan Karya dan peningkatan produksi dengan menggunakan teknologi.

"Alhamdulillah daerah kami terus mengalami peningkatan. Tercatat, produksi tahun 2018 lalu mencapai 1366575,57 ton koma 51 kuintal per hektar. Hasil tersebut merupakan produksi kami yang ditanam di lahan sawah seluas 84574 hektar," katanya.

Ruhimta menjelaskan, data kenaikan produksi padi dari tahun 2014 sampai 2018 jumlahnya mencapai 31194,54 ton per tahun. Sedangkan luasan lahan pada periode Oktober-Maret 2019 sekitar 97539 hektar.

Selain itu, kata dia, Kabupaten Subang juga mendapatkan bantuan anggaran dari Kementan sebesar Rp 43 miliar. Kemudin ada juga bantuan lain berupa 950.000 bibit dan bantuan teknologi berupa traktor roda 2. Hasilnya, pemerintah Subang berhasil Menyelenggarakan produk unggulan perkebunan dan festival barista kopi. Produk unggulan ini merupakan hasil kerja keras petani lokal yang mengalami peningkatan produksi.

"Oleh karena itu kami mohon kepada bapak Menteri Pertanian untuk berkenan membuka acara tersebut. Sebab, Kabupaten Subang mempunyai komoditas yang berpotensi menjadi produk unggulan yang ditanam di ketinggian 1200 MDPL," katanya.

Sekedar diketahui, Kementerian Pertanian juga telah meluncurkan program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA). Program ini merupakan upaya pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan di tanah air berbasis pertanian. Adapun dalam penerapannya, pemerintah memiliki tiga tahap, masing-masing jangka pendek, menengah, dan panjang.

Untuk tahun ini, pemerintah rencananya akan mendistribusikan 18 juta ekor bibit ternak untuk 360 ribu untuk Rumah Tangga Miskin Pertanian (RTM-P) dan sebanyak 297.436 benih komoditas perkebunan, holtikultura serta 744 Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).(jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pola Kemitraan Tingkatkan Kinerja Ekspor dan Kesejahteraan Petani Pisang di Lampung


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler