Sambil Menangis, Petugas PPSU yang Mengaku Dibegal Meminta Maaf Kepada Istri dan Anaknya

Jumat, 29 April 2022 – 19:08 WIB
Petugas PPSU Ray Prama Abdullah meminta maaf kepada istrinya di depan Kapolsek Sawah Besar Kompol Maulana Mukarom, Jumat (29/4). Foto: Mercurius Thomos Mone/JPNN.com.

jpnn.com, JAKARTA - Petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) Ray Prama Abdullah (27) meminta maaf karena telah membuat laporan palsu soal pembegalan di Jalan Mangga Besar Raya, depan Rumah Sakit Husada, Jakarta Pusat.

Di hadapan Kapolsek Sawah Besar Kompol Maulana Mukarom, Ray menyampaikan permohonan maaf itu kepada seluruh masyarakat Indonesia. 

BACA JUGA: Bikin Laporan Palsu Soal Begal, Petugas PPSU Minta Maaf kepada Kompol Maulana

"Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas kegaduhan ini," kata Ray di Markas Polsek Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (29/4). 

Ray sebelumnya mengarang cerita bahwa dia telah menjadi korban begal

BACA JUGA: Petugas PPSU Mengaku jadi Korban Begal, Uang THR Raib, Walah, Ternyata

Ray bahkan mengaku dihajar oleh sekitar sepuluh begal di Jalan Mangga Besar. 

Petugas PPSU itu mengeklaim bahwa uang tunjangan hari raya (THR) miliknya yang baru diambilnya dari mesin ATM, dibawa kabur komplotan begal tersebut.

BACA JUGA: Kisah Miris Petugas PPSU Korban Begal, Dipukul dan Dikalungi Celurit, THR Dibawa Kabur

Ternyata, cerita itu bohong. 

Ray pun mengaku telah membuat laporan palsu. 

Dia nekat mengarang cerita itu gegara takut ketahuan istrinya akibat uangnya habis untuk main judi slot online

Disaksikan Kompol Maulana, Ray menyatakan permohonan maaf kepada istri dan anaknya. 

"Saya juga meminta maaf kepada istri saya, kepada anak saya juga karena kesalahan saya main judi slot online," tutur Ray sambil menangis. 

Dia mengaku tega berbohong karena sudah kehilangan uang senilai Rp 4,4 juta di situs judi online slot.

"Posisi saya sudah kalah main slot dan saya takut sama istri. Saya baru dua bulan main judi online ini," ujar Ray. 

Dia pun juga mengaku menyesal telah memberikan keterangan palsu kepada media. 

"Untuk media, saya benar-benar minta maaf atas kabar tersebut. Karena informasi yang tidak benar tersebut media disalahkan," ujarnya.

Ray berharap masyarakat agar jangan. meniru kelakuannya tersebut. 

“Jangan sesekali mengambil contoh seperti saya. Jangan berbohong,” ungkapnya.  (mcr18/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Petugas PPSU jadi Korban Pembegalan di Pegangsaan Dua, Polisi Langsung Bergerak Memburu Pelaku


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Mercurius Thomos Mone

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler