Sampah Berceceran saat Diangkut Bisa Dilaporkan

Senin, 25 Juni 2018 – 23:58 WIB
Ilustrasi. Warga membuang sampah sembarangan. Foto PojokBekasi

jpnn.com, SURABAYA - Masih dijumpai kantong plastik yang berisi sampah di tengah Jalan Jawar, Osowilangun, hingga Kalianak. Surabaya.

Sampah itu terjatuh saat hendak diangkut ke TPA Benowo. Hal tersebut terjadi karena belum semua truk sampah Surabaya memiliki penutup.

BACA JUGA: Operasi Yustisi, Pengangguran Kena Razia Bakal Dipulangkan

Anggota Pansus Raperda Sampah DPRD Surabaya Achmad Zakaria menerangkan, selama ini warga disanksi jika sampahnya tercecer saat diangkut ke TPS (tempat pembuangan sementara).

Jika yang melanggar pemkot, belum ada sanksinya. "Nah, ini coba kami masukkan,"ujarnya.

BACA JUGA: Sehari, 5 Orang Kena Denda Buang Sampah Sembarangan

Namun, aturan tersebut menimbulkan pro dan kontra. Pemkot tidak mungkin menghukum diri sendiri.

Karena itu, pasal 17 mengatur SOP (standard operating procedure) pengangkutan sampah oleh pemkot. Jika masih berceceran, warga bisa melapor ke DPRD atau inspektorat.

BACA JUGA: Lebaran, TPS Liar Mulai Bermunculan

Selain itu, pembelian mobil sampah dengan penutup hidrolik perlu diperbanyak.

Sebab, saat ini masih ada truk sampah yang hanya ditutupi terpal. Jika overload, sampah-sampah itu pasti berjatuhan.

Jika terlalu berat, truk-truk lama tersebut tetap bisa digunakan. Syaratnya, jumlah sampah yang diangkut tidak boleh berlebihan. Meski tidak ditutup dengan menggunakan terpal, sampah tidak akan jatuh.

Zakaria juga mempermasalahkan masih banyaknya truk sampah yang air lindinya bocor. Pengendara motor atau warga yang berdekatan dengan truk tersebut pasti mencium baunya.

Hingga kini, pembahasan perda tersebut belum tuntas. Pansus masih membahas pasal per pasal. Masih banyak kemungkinan aturan yang bisa berubah atau dimasukkan.

"Soal lindi juga bisa diatur khusus. Jangan hanya warga yang disanksi saat lindinya berceceran," kata politikus PKS tersebut.

Sekretaris Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya Aditya Wasita membenarkan bahwa belum semua truk sampah yang dimiliki pemkot memiliki penutup hidrolik.

Saat ini jumlah truk yang memang didesain khusus untuk mengangkut sampah tersebut terbatas. "Kami punya 40 unit," paparnya. (sal/c15/git/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dua Ribu Personel Amankan Lebaran di Surabaya


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler