Sampoerna Usul Task Force B20 Fokus Mengantisipasi Kendala Rantai Pasok

Senin, 14 November 2022 – 13:26 WIB
Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) Vassilis Gkatzelis menyebutkan pandemi dan persoalan geopolitik berdampak pada rantai pasok. Foto: Dok Sampoerna

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) Vassilis Gkatzelis menyebutkan pandemi dan persoalan geopolitik berdampak pada rantai pasok.

Perlu langkah antisipasi agar rantai pasok tidak tersendat, salah satunya lewat data dari hulu ke hilir secara global dan regional.

BACA JUGA: Sampoerna Bidik Sektor Pertanian Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

Vassilis menyebut langkah antisipasi bisa dilakukan lewat Task Force B20, sehingga korporasi dan UMKM aman dari kendala rantai pasok.

Sebab, dia menyebutkan pada skala global, UMKM berkontribusi 50 persen pada perekonomian, dan di Indonesia kontribusinya mencapai 60 persen pada Produk Domestik Bruto (PDB).

BACA JUGA: Sampoerna dan Sea Soldier Tanam Mangrove Serentak di 2 Kota

"Bukti peran UMKM adalah pertumbuhan trade finance sebesar 16 persen pada saat pandemi dan diperkirakan akan terus meningkat. Itu menandakan pentingnya menyertakan UMKM dalam rantai pasok global,” kata Vassilis dalam Konferensi Tingkat Tinggi B20 (KTT B20) Indonesia yang digelar di Bali, pada 13-14 November 2022.

Vassilis optimistis komitmen Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi lewat pemberdayaan UMKM berdampak besar pada perekonomian.

BACA JUGA: Pengembangan UMKM Sampoerna Pacu Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Namun, UMKM harus diberikan ekosistem yang lebih luas, terintegrasi dengan rantai pasok, serta memiliki akses teknologi dan pasar.

“Sampoerna berfokus pada penciptaan nilai bagi ekosistem sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan rantai pasok. Salah satu contohnya, memberdayakan lebih dari 200 ribu UMKM toko kelontong yang tersebar di seluruh Indonesia melalui Sampoerna Retail Community (SRC)," beber Vassilis.

Vassilis menyebut yang tak kalah menarik 60 persen dari anggota SRC adalah perempuan, dan usaha toko kelontong ialah sumber pendapatan utama bagi keluarga mereka.

"Melalui program tersebut, kami memberikan akses terhadap teknologi, pelatihan, dan peluang pengembangan bisnis bagi para toko kelontong,” kata Vassilis.

Vassilis pun berharap seluruh pihak, baik pemerintah dan swasta berkolaborasi untuk menjembatani jarak menghambat pertumbuhan UMKM.

"Pendampingan untuk pengetahuan serta peningkatan kapabilitas dalam adaptasi teknologi digital sangat penting untuk lebih mendorong inklusi UMKM dalam rantai pasokan dan nilai global," tegas Vassilis.

Chair Task Force B20 untuk Perdagangan dan Investasi Arif Rachmat menyebutkan UMKM menjadi salah satu fokus pembahasan dan rekomendasi yang akan diajukan dalam pembahasan KTT G20.

Menurutnya, Task Force B20 Perdagangan dan Investasi merumuskan empat rekomendasi kebijakan, yang salah satunya semakin memperjelas peran UMKM.

“Rekomendasi untuk memperkuat dukungan dan meningkatkan inklusivitas pada rantai pasok," ungkap Arif.

Arif menambahkan dengan rantai pasok yang lebih inklusif, ekonomi memiliki ketahan yang lebih tinggi, dan UMKM menjadi bagian rantai pasok ini.

"Sayangnya, selama ini peran UMKM masih belum digarap maksimal karena adanya berbagai keterbatasan, terutama pada akses keuangan, hingga cara menembus pasar," ujar Arif.

Dia pun mengajak negara anggota B20 harus memperhatikan isu tersebut secara serius.

"Sehingga mampu meningkatkan inklusivitas UMKM dalam rantai pasok global dan mendorong UMKM terus bertumbuh,” pungkas Arif. (mcr10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Sampoerna   UMKM   Task Force B20   Rantai Pasok   Ekonomi   B20   SRC  

Terpopuler