Pengembangan UMKM Sampoerna Pacu Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Senin, 05 September 2022 – 16:35 WIB
Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Hadiyanto berharap Sampoerna dan berbagai pihak terus berkolaborasi untuk meningkatkan kesejahteran pelaku UMKM. Foto: Dok Sampoerna

jpnn.com, JAKARTA - Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan Hadiyanto berharap Sampoerna dan berbagai pihak terus berkolaborasi untuk meningkatkan kesejahteran pelaku UMKM.

UMKM diharapkan mampu memiliki pengetahuan dan skill set agar semakin maju, menciptakan kesejahteraan, dan membawa kemakmuran bagi Indonesia.

BACA JUGA: Sandiaga Ajak Sampoerna Berkolaborasi Mendukung UMKM dan Ekonomi Kreatif

Menurutnya, sektor UMKM memainkan peran strategis bagi perekonomian nasional. 

“Pemulihan ekonomi yang sedang mengalami kontraksi tentunya tidak lepas dari peran UMKM yang jumlahnya saat ini diperkirakan lebih dari 40 juta, dan lebih dari 99 persennya merupakan usaha skala mikro,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Senin (5/9).

BACA JUGA: Sampoerna dan KADIN Dukung Digitalisasi UMKM untuk Memperluas Akses Pasar

Hadiyanto menjelaskan pemerintah telah meluncurkan aneka program sebagai upaya mendukung pertumbuhan UMKM, seperti percepatan perizinan, penyediaan akses ke pembiayaan, perluasan akses pasar, hingga insentif perpajakan. 

Berbagai program tersebut diharapkan dapat memperkuat UMKM.

BACA JUGA: Konsisten dengan Program Berkelanjutan, Sampoerna Raih Penghargaan Internasional

Selain itu, meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia, membuka lapangan pekerjaan baru, mendukung percepatan program penanggulangan kemiskinan.

"Juga mengurangi kesenjangan antarindividu dan antardaerah dalam rangka menciptakan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Kepala Urusan Eksternal Sampoerna Ishak Danuningrat mengatakan perseoran berkomitmen melakukan pembinaan berkelanjutan bagi UMKM. salah satunya melalui Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) yang rutin memberikan pelatihan kewirausahaan baik secara luar jaringan (luring) maupun dalam jaringan (daring), kepada masyarakat. 

Beberapa program di antaranya adalah SETC Expo tahunan sebagai ajang pameran produk UMKM, dan gelaran bootcamp serta pelatihan daring bertajuk Festival Sampoerna untuk UMKM pada 2020 dan Semangat dan Aksi Perempuan Andalan untuk Indonesia (SAPA) pada 2021.

Pada 2022, Sampoerna mengadakan rangkaian webinar “UMKM Untuk Indonesia” yang teranyad adalah mengangkat tema “UMKM Sejahtera & Berdaya” Rabu (31/8).

Selain SETC, Sampoerna juga memiliki program pembinaan khusus UMKM toko kelontong, yaitu Sampoerna Retail Community (SRC). 

“Sampoerna percaya pemberdayaan UMKM yang bersifat pembinaan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kualitas SDM, peningkatan daya saing usaha, hingga memberikan multiplier effect bagi masyarakat di sekitarnya,” ujarnya. 

Sampoerna juga terus memberikan literasi seputar inovasi dan digitalisasi.

Adapun sukungan digitalisasi melalui aplikasi yang disebut AYO SRC.

Ishak menyebut aplikasi itu mampu menjadi ekosistem wirausaha dalam mengoperasionalkan usaha, serta meningkatkan penjualan. 

"Fitur-fitur yang disajikan oleh AYO SRC menjadi semakin relevan di masa pandemi karena mampu memudahkan pelaku usaha maupun pelanggan toko,” Ishak menambahkan.

Momprenuer dan artis Zaskia Adya Mecca menceritakan kiatnya dalam mempertahankan bisnisnya di tengah pandemi melalui fokus kepada toko daring. 

“Kami semuanya harus berubah menjadi adaptif di era digital. Alhamdulillah semua karyawan kita jadi belajar yang tadinya gak ngerti digital jadi melek digital, toko kita dari offline semuanya berubah jadi online,” jelasnya.

Zaskia juga membagikan pengalamannya membangun bisnis dari awal berikut tantangan yang ia hadapi. 

Selain itu, ia pun berbagi saran bagi para UMKM yang ingin mendapatkan suntikan dana dari pemodal. 

“Dari awal, kita harus sudah siap dengan pengelolaan keuangan yang baik banget. Jadi, jangan berpikir karena UMKM, maka kita gak perlu memikirkan laporan keuangan yang oke,” kata Zaskia.

SRC juga turut membagikan kisah suksesnya. Pemilik toko SRC Nisa Sidoarjo, Murianto, mengatakan bahwa dengan bergabung dalam SRC, usahanya terus berkembang. 

Pemilik toko SRC Nawang Wulan, Deby Puspita, menyampaikan bahwa pelatihan komprehensif dari tim SRC dan SETC mampu menaikan omzetnya hingga 15 kali lipat. (mcr10/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Sampoerna   UMKM   Ekonomi   SRC   Ayo SRC  

Terpopuler