Sandi Klaim Kedepankan Demokrasi Sejuk

Selasa, 03 Januari 2017 – 11:11 WIB
Calon Wagub DKI Sandiaga Uno. Foto: Ist

jpnn.com - JPNN.com - Berbagai bentuk kampanye hitam atau black campaign menerpa pasangan calon gubernur dan wakil gubernur (cagub-cawagub) Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Mulai dari fitnah Anies pengikut faham Syiah dan Wahabi, sampai spanduk provokatif di berbagai lokasi.

BACA JUGA: Terancam Masuk Bui Gara-Gara Stiker Mas Agus

Menanggapi hal itu, cawagub DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengatakan, pihaknya menerima hal itu sebagai bentuk ujian. Pasangan Anies - Sandi, kata dia, menawarkan program lain dari yang lain, yakni inovasi dalam politik.

"Tapi dengan adanya inovasi politik Anies-Sandi membuat tidak nyaman sebagian dari masyarakat, padahal masyarakat Jakarta secara keseluruhan ingin memiliki pemimpin yang mempersatukan," kata Sandi, usai berkampanye di Jalan Menteng Atas Selatan I, Kelurahan Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (3/1).

BACA JUGA: Anies: Sekarang Jakarta Tak Ramah untuk Pemeluk Agama

Kampanye hitam tersebut, kata Sandi, ingin membelah politik di Jakarta menjadi dua kubu dan mengusik kenyamanan warga ibukota.

Pihaknya, lanjut Sandi, ingin membangun 'jembatan cinta' untuk warga ibukota.

BACA JUGA: Setelah Syiah dan Wahabi, Anies Juga Dituduh Kejawen

"Kita selalu mengedepankan demokrasi yang sejuk, jadi kita lihat ya ini bagian dari proses demokrasi, sayangnya proses demokrasi kita banyak yang diarahkan ke demokrasi memecah belah," kata dia.

Sejak satu tahun lalu, tambah Sandi, dirinya selalu menekankan demokrasi sejuk untuk mempersatukan.

"Itu yang sampai sekarang saya sama mas Anies berkomitmen, untuk memastikan 40 hari ke depan kita jangan lagi dipecah belah kita butuh pemimpin yang pemersatu," pungkasnya. (dka/rmol)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kunjungan Anies ke Tokoh-Tokoh Agama Membawa Kesejukan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler