Sandiaga: Generasi Milenial Harus Selalu Berpikir Positif

Jumat, 14 September 2018 – 21:39 WIB
Sandiaga Uno. (Foto: Dok Jpnn)

jpnn.com, JAKARTA - Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno mengajak generasi milenial selalu berpikir positif dan memiliki sikap optimistis.

Menurut Sandiaga, dua sikap itu sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan.

BACA JUGA: Sandiaga Bilang Pengusaha Muda Menjerit

"Bukan pola pikir yang pesimistis atau yang saling menjatuhkan,” ujar Sandiaga

saat memberikan kuliah perdana di hadapan 1.300 mahasiswa baru Universitas Darma Persada (Unsada), Jumat (14/9).

BACA JUGA: Sepertinya Sandi Perlu Menyimak Penjelasan Ketua Bawaslu Ini

Kuliah perdana itu juga dihadiri Direktur Utama TVRI Helmi Yahya dan Direktur Keuangan PT MRT Jakarta Tuhiyat.

Dalam kesempatan tersebut Sandi membawakan materi bertema Enterpreneurship 4.0.

BACA JUGA: Kubu Jokowi Minta Sandiaga Uno Introspeksi Diri

Dia menjelaskan, fokus dari era enterpreneurship 4.0 itu adalah pemanfaatan hal-hal yang berkaitan dengan teknologi digital.

Menurut Sandi, enterpreneurship sangat diperlukan pada generasi muda untuk membawa ekonomi Indonesia semakin maju.

"Enterpreneurship is a mindset. Pola pikir inilah yang perlu ditanamkan pada generasi milenial," ujar Sandi.

Sandi juga berbagi rahasia untuk meraih kesuksesan. Dia mengatakan, rumus utama untuk menggapai kesuksesan adalah kerja keras.

"Rumusnya adalah 90 persen adalah kerja keras, sepuluh persen baru talenta," kata Sandi.

Perihal wirausaha, Sandi menyebut pentingnya prinsip 4AS, yakni kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas.

"Jadi, buat para mahasiswa, mulailah wirausaha secara dini. Jangan sia-siakan kesempatan, potensi, dan peluang," ujar Sandi.

Sementara itu, Helmi mengatakan, tantangan bisnis yang dihadapi generasi masa depan sangat pelik dan berbeda dengan generasi terdahulu.

Karena itu,  harus ada kreativitas dalam mengembangkan bisnis dan usaha.

“Dunia sekarang sudah berubah pesat. Banyak perusahaan raksasa yang dulu menguasai dunia kini telah berakhir tragis. Ini disebabkan karena mereka kurang responsif dalam menghadapi perubahan," kata Helmi.

Di sisi lain, Tuhiyat mengatakan, gebrakan ide diperlukan untuk membangun pola transportasi di Jakarta.

"Tantangan Jakarta di bidang transportasi itu sangat berat. Itulah sebabnya diperlukan sejumlah gebrakan kreasi dan inovasi," ujar Tuhiyat. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sandiaga Uno: Masalah Utama Kita Adalah Job, Job dan Job


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler