Sang Kaisar

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Kamis, 07 April 2022 – 21:25 WIB
Roman Abramovich. Foto: Reuters

jpnn.com - Uang tidak bisa dicekal. Para politisi Amerika dan Eropa ingin menghukum Rusia dengan mencekal dan membekukan kekayaan para taipan Rusia.

Tujuannya untuk membuat Rusia kapok dan menghentikan serangan ke Ukraina.

BACA JUGA: Bantu Negosiasi Perdamaian Rusia-Ukraina, Roman Abramovich Diduga Keracunan Senjata Kimia

Dengan pencekalan itu diharapkan orang-orang kaya Rusia ikut memberi pressure kepada Presiden Vladimir Putin supaya segera menghentikan gempuran ke Ukraina. Itu adalah logika politik.

Namun, uang punya logika sendiri. Uang, seperti air, akan mengalir ke tempat yang lebih rendah dan lebih nyaman.

BACA JUGA: Eropa Tak Aman, Roman Abramovich Sembunyikan Aset di Turki

Roman Abramovich, 'oligark' Rusia sohib kental Putin, dicekal di mana-mana. Kekayaannya dibekukan di Inggris dan di berbagai negara Eropa.

Klub sepak bola Chelsea yang menjadi simbol ‘’Roman Empire’’ di Eropa dibekukan oleh otoritas sepak bola Inggris dan Eropa. Abramovich dengan berat hati harus menjual klub yang dicintainya itu.

BACA JUGA: Kecewa Chelsea Dilumat Real Madrid, Thomas Tuchel Bongkar Borok The Blues

Siapa pun boleh menjadi sultan crazy rich. Namun, dia tidak bakal dikenal secara luas sampai dia mempunyai klub sepak bola.

Abramovich kaya raya, tetapi dia hanya dikenal di lingkungan orang-orang kaya saja.

Namun, setelah dia membeli klub Chelsea pada 2003 namanya baru melambung dan terkenal sebagai orang kaya gibol alias gila bola.

Abramovich pun dijuluki sebagai Sang Kaisar penguasa Roman Empire, kekaisaran Roma. Dalam waktu beberapa tahun saja Sang Kaisar mampu menundukkan Inggris dengan menjadikan Chelsea tiga kali juara. Sang Kaisar juga membawa Chelsea menundukkan Eropa dengan merebut tropi Liga Champions.

Itulah sebabnya di Indonesia Raffi Ahmad melakukan hal yang sama. Ia boleh saja disebut sebagai sultan crazy rich.

Namun, sebelum punya klub sepak bola belum lengkap statusnya sebagai orang kaya. Maka Raffi pun membeli klub sepak bola Cilegon dan mendongkraknya masuk ke Liga 1.

Lengkaplah sudah status Raffi sebagai orang kaya.

Politisi Inggris merasa bahwa dengan mencekal Abramovich mereka akan punya senjata untuk menekan. Namun, terbukti yang rugi Inggris sendiri. Tanpa uang orang-orang kaya itu sepak bola Inggris tidak akan segegap gempita sekarang. Kalau orang-orang kaya itu dicekal, sepak bola Inggris yang akan gelagapan.

Publik Inggris sok-sokan menentang pembelian klub Newcastle United oleh Pangeran Muhammad Bin Salman alias MBS, putra mahkota Arab Saudi.

Alasannya MBS bertanggung jawab terhadap pembunuhan jurnalis Djamal Khasoghi. Yang rugi adalah fans Newcastle karena MBS menjadi setengah hati menangani Newcastle.

Chelsea ditinggalkan Abramovich dan tanda-tanda keterpurukan mulai terlihat. Kamis (7/4) dini hari di pertandingan babak eliminasi Liga Champions Eropa, Chelsea di kandang sendiri dihajar oleh Real Madrid 1-3. Pahlawan Madrid adalah Karim Benzema yang secara literal ‘’berbuka puasa’’ di Stamford Bridge.

Benzema seorang muslim Prancis keturunan Aljazair. Bapaknya Hafid Benzema dan ibunya Wahida beremigrasi ke Prancis kira-kira 40 tahun yang lalu. Karim lahir 34 tahun yang lalu dan menjadi pahlawan nasional Prancis karena kemahiran sepak bolanya.

Beberapa belas menit sebalum kick off Karim berbuka puasa. Dia bermain kesetanan dan mencetak hattrick tiga gol. Secara harfiah tiga gol ini adalah gol buka puasa bagi Benzema karena selama ini dia tidak pernah mencetak gol di Stamford Bridge.

Selebrasi Benzema adalah duka bagi fan Chelsea yang ditinggalkan oleh Abramovich. Duka itu akan makin dalam karena sampai sekarang pembeli Chelsea belum diketahui, dan masa depan Chelsea juga kabur di bawah pemilik baru.

Sementara itu, Abramovich sudah langsung move on. Tak mau berlama-lama patah hati setelah berpisah dengan Chelsea, Abramovich sudah membeli klub sepak bola baru. Kali ini ia membeli klub Goztepe FC yang baru promosi ke liga premier Turki.

Sebagaimana saat membeli Chelsea, Abramovich mencari klub yang dijual murah dan bisa membeli saham mayoritas dengan kendali penuh. Beruntunglah Goztepe FC, dan beruntunglah PSSI-nya Turki. Kehadiran Abramovich akan menjadi berkah besar bagi sepak bola Turki.

Selama ini liga Turki hanya diramaikan oleh persaingan Galatasaray vs Besiktas, dan baru belakangan muncul Besiksahir. Namun, dengan masuknya Abramovich persaingan akan makin seru dan terbuka.

Hal yang lebih penting lagi, kehadiran Abramovich di Turki akan diikuti oleh taipan-taipan Rusia lainnya yang dicekal di Inggris dan Eropa.

Perang Rusia vs Ukraina menyadarkan dunia mengenai hubungan sepak bola dengan politik. Banyak yang tidak menyadarinya. Banyak yang mengira sepak bola imun dari politik. Sekarang semua tersadar bahwa sepak bola lebih dari sekadar olahraga.

Abramovich pontang-panting menjadi perantara perundingan damai antara Rusia dengan Ukraina. Dia bolak-balik dengan jet pribadinya dari Kiev ke Istanbul untuk menjadi broker perundingan damai. Abramovich ingin perang segara diakhiri. Itulah pendekatan khas seorang pengusaha. Namun, para politisi Kremlin yang doyan perang punya pandangan berbeda.

Abramovich dianggap pengkhianat karena ingin mengakhiri perang. Dia pun menjadi target pembunuhan. Dalam sebuah perundingan di Kiev ia diracun. Tanda-tanda keracunan tampak di tubuh Abramovich yang terlihat kurus kering dan semua rambut, dan jenggotnya, memutih penuh uban.

Ketika Abramovich menjadi orang usiran di Eropa dia mendapatkan perlindungan di Turki. Kapal pesiarnya yang mewah, antipeluru, dan dilengkapi dengan peluru kendali merapat di pelabuhan Turki. Pesawat-pesawat pribadi Abramovich diparkir di lapangan terbang Tukri, dan sebagian kekayaan Sang Kaisar juga mulai diparkir di Turki.

Sebuah berkah yang tidak terhingga. Bagi Liga Turki kehadiran Abramovich sudah pasti akan mendongkrak gengsi dan prestasi sepak bola Turki. Selama ini Turki dipandang sebelah mata di Eropa.

Secara geografis Turki bertetangga langsung dengan Eropa. Karena itu Turki ingin menjadi bagian dari Masyarakat Eropa dan sekaligus ingin menjadi anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO. Namun, orang-orang Eropa yang sombong dan angkuh memicingkan mata kepada Turki.

Abramovich akan mengubah perimbangan itu dalam waktu semalam. Sang Kaisar membuktikannya dengan mentransformasi Chelsea dari klub medioker menjadi klub papan atas yang disegani di Eropa. Tidak akan butuh waktu lama bagi Goztepe FC untuk bertransformasi dari klub yang tidak dikenal menjadi klub hebat di Eropa.

Turki yang selama ini diremehkan dan menjadi negara pariah di Eropa akan bertransformasi menjadi kekuatan yang diperhitungkan di Eropa. Perimbangan kekuatan geo-politik internasional antara Rusia dengan Amerika dan Eropa akan banyak ditentukan oleh Turki sebagai penyeimbang kekuatan atau balancing power.

Turki di bawah Presiden Tayep Erdogan menjadi kekuatan yang sangat diperhitungkan. Koalisi Turki-Rusia-China akan menjadi poros baru yang sangat diperhitungkan oleh aliansi Amerika-Eropa dalam NATO. Turki menjadi magnet bagi negara-negara Islam, karena bagaimana pun Turki masih dianggap sebagai panutan negara-negara Islam.

Sejak Kekaisaran Usmaniyah runtuh pada 1924 dunia Islam kehilangan panutan. Kini Turki di bawah Erdogan akan menjadi harapan baru bagi dunia Islam untuk memainkan peran yang lebih diperhitungkan dalam persaingan geo-politik internasional.

Turki mendapatkan berkah besar dari perang Rusia vs Ukraina. Indonesia tidak mendapatkan berkah tapi malah ikut kena bencana. Inflasi tinggi akan membawa dampak harga-harga naik di Indonesia. Kepemimpinan yang ragu-ragu membuat kesempatan hilang.

Sang Kaisar Abramovich telah muncul sebagai tokoh penting yang mengubah perimbangan kekuatan geopolitik dunia. (*)


Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Cak Abror

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler