Sangat Ketat, Tertutup Kain Putih, Pengintip pun Terusir

Jumat, 09 April 2021 – 11:19 WIB
Beberapa warga mengintip latihan Persis Solo di Lapangan Kartopuran, Kamis (8/4) sore. Foto: Ryan Agustiono/Radar Solo

jpnn.com, SURAKARTA - Latihan Persis Solo di Lapangan Kartopuran, Kota Surakarta, Kamis (8/4) sore dijaga ketat, tertutup untuk umum.

Lapangan yang aslinya terbuka, ditutup oleh kain berwarna putih.

BACA JUGA: Satu Kata Jokowi Sikapi Langkah Kaesang Akuisisi Persis Solo, Begini...

Radar Solo melaporkan, di sekeliling lapangan ada beberapa orang yang ditugaskan untuk mengusir mereka yang mencoba untuk mengintip ke lapangan.

Petugas pengamanan gerak cepat mengusir penonton yang membuka spanduk.

BACA JUGA: Nama Putra Presiden dan Menteri Bikin Persis Bakal Kebanjiran Sponsor

Banyak warga beranggapan bahwa ditutupnya lapangan bukan ingin merahasiakan siapa pemain yang akan direkrut Persis Solo.

Namun, lebih karena situasi masih pandemi.

BACA JUGA: Kaesang Mendatangi PSSI, Iwan Bule: Betul-betul Rendah Hati dan Santun

Langkah itu dianggap untuk menerapkan protokol kesehatan.

Salah satu warga Serengan, Iwan, 45, mengaku masih bisa melihat sesi latihan tertutup Persis sejak pukul 15.30 hingga selesai.

Berdasarkan pantauan, Iwan melihat dengan posisi tubuh membungkuk di luar pagar lapangan. Dia mencuri kesempatan saat petugas tengah tidak berada di dekatnya.

Dia melakukan itu hanya sebatas penasaran melihat seleksi tim yang kini dimiliki oleh Kaesang itu.

"Iya enggak boleh nonton. Tertutup. Mungkin niat manajemen baik, agar warga tidak masuk nonton bergerombol," ucap Iwan di sela-sela menyaksikan latihan Persis.

Dia mengakui memang sudah sering melihat Persis latihan di beberapa lapangan.

“Sayang, waktu mau nonton di Lapangan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kemarin, enggak diperbolehkan masuk juga," tuturnya.

Hal senada diungkapkan oleh warga Terminal Tirtonadi Solo, yang kebetulan juga bernama Iwan, 35.

Iwan mengakui datang ke Kartopuran karena mendapat info Persis latihan di lokasi itu.

"Jauh-jauh ke sini hanya pengin nonton. Kaget juga karena tidak diperbolehkan," katanya.

Iwan juga sempat diusir manajemen Persis dan tidak diperbolehkan masuk ke lapangan.

Namun, dia menyadari, bahwa apa yang dilakukan Persis semata-mata untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang masih mengkhawatirkan.

"Karena prokes mungkin alasannya, jadi semua pagar ditutup semua," katanya. (ryn/nik/ria)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler