Santri di Padang Dapat Pelatihan Tanggap Bencana dari Sukarelawan Ganjar

Rabu, 10 Mei 2023 – 02:05 WIB
Sukarelawan Ganjar gelar pelatihan tanggap bencana untuk ratusan santri di Padang. Foto: Dok. Santri Dukung Ganjar

jpnn.com, PADANG - Sukarelawan Santri Dukung Ganjar (SDG) Sumatera Barat (Sumbar) mengadakan penyuluhan dan pelatihan tanggap bencana untuk para santri di Kota Padang.

Pelatihan berlangsung di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Yaqin Al-Huffaz di Kelurahan Bungus Barat, Kecamatan Bungus Teluk, Kota Padang pada Selasa (9/5).

BACA JUGA: Tebar Kebaikan, Ganjar Milenial Center Perbaiki Jalan Rusak di Lebak

Koordinator Wilayah SDG Sumbar Fikri Haldi mengatakan bahwa ada ratusan santri dan pengurus ponpes yang ikut serta dalam pelatihan ini.

"Kami di SDG melakukan pelatihan, memberikan pembekalan-pembekalan kepada para santri agar mereka tanggap bencana," kata Fikri.

BACA JUGA: Ganjar Banyak Dapat Masukan ketika Sowan ke Kediaman Habib Luthfi

Adapun materi dimulai dengan pengenalan potensi bencana, baik di Sumatera Barat maupun di Kota Padang, pemahaman langkah-langkah yang harus diambil saat bencana terjadi, termasuk mitigasi untuk meminimalisir kerugian yang dapat terjadi saat bencana.

"Ada dua pemateri yang memberikan pelatihan kepada santriwan dan santriwati. Mereka sudah profesional di bidangnya" sebutnya.

BACA JUGA: Joko Curiga Menemukan Tas di Belakang Rumah, Anggota TNI Datang, Ternyata Isinya

Diharapkan lewat pelatihan ini para santri bisa memiliki sikap yang tanggap terhadap peranan masing-masing yang harus dilakukan saat bencana alam terjadi.

Fikri menjelaskan alasan sukarelawan SDG mengadakan kegiatan ini adalah karena wilayah Sumatera Barat, khususnya Padang merupakan salah satu daerah yang dikenal rawan akan bencana alam.

"Seperti daerah pesantren ini sendiri, berada di daerah perbukitan yang ada kemungkinan-kemungkinan akan terjadinya longsor," ujar Fikri.

Dalam kunjungannya ke Ponpes Nurul Yaqin Al-Huffaz, sukarelawan SDG juga turut memberikan bantuan pengeras suara kepada pihak ponpes.

Bantuan diberikan untuk menunjang berbagai kegiatan dari para santri.

"Kami dari SDG akan akan terus menggalakan kegiatan-kegiatan di berbagai kabupaten/kota di Sumatera Barat. Nanti kami atur tema-tema kegiatannya, tergantung bagaimana kebutuhan di kabupaten tersebut," jelasnya.

Apresiasi dari Pihak Ponpes

Pengasuh Ponpes Nurul Yaqin Al-Huffaz Bustanul Muhaqiqiin mengapresiasi kegiatan dari sukarelawan SDG.

Dia mengakui bahwa tempat ponpesnya berdiri merupakan daerah rawan bencana, sehingga pelatihan tanggap bencana menjadi sangat penting.

"Sebagai santri di daerah sini memang mesti tanggap dan siap. Jadi, kalau memang ada pelatihan seperti ini, ini sangat membantu sekali dan kami terima dengan sebaik-baiknya," kata Bustanul.

Selain itu, dirinya juga bersyukur atas bantuan pengeras suara yang diberikan oleh relawan SDG.

Dia mengaku selama ini ponpesnya hanya bisa menyewa pengeras suara jika ingin menggelar sebuah acara.

"Pondok kami ini memang ada beberapa kekurangan, salah satunya sound system ini. Dari berbagai kegiatan yang kami lakukan, biasanya kami menyewa sound system hingga Rp1.200 ribu. Alhamdulillah dengan bantuan sound system ini kami sangat bersyukur sekali," ujarnya. (rhs/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?

BACA ARTIKEL LAINNYA... Nenek MW yang Dianiaya Polisi Ternyata Berstatus...


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler