Saraf Pecah, Puluhan Nelayan Kram dan Lumpuh

Minggu, 19 Oktober 2014 – 22:50 WIB

jpnn.com - SUMENEP - Puluhan warga Desa Tonduk, Kecamatan Raas, Sumenep, mengalami kelumpuhan. Kondisi tersebut diduga terjadi karena aktivitas menyelam yang mereka lakukan. Selama ini warga biasa mencari teripang dengan menyelam tanpa dibantu peralatan yang memadai.

Sebelum lumpuh, warga mengalami kram beberapa kali sesaat setelah menyelam. Kondisi itu, antara lain, dialami Jerri, 50, salah seorang warga desa setempat. Dia sudah tiga tahun lumpuh. Sebelumnya, Jerri berprofesi pencari teripang dengan cara menyelam.

BACA JUGA: Jadi Ajang Judi, Balapan Liar Dirazia

Karena kondisinya saat ini, Jerri tidak bisa lagi menyelam untuk mencari teripang. Dia hanya bisa memancing untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. ''Ya, memancing ikan dan cumi-cumi. Saya menderita (lumpuh) seperti ini sejak tiga tahun lalu. Sebelumnya tidak,'' tuturnya kemarin (18/10).

Jerri menjelaskan, dirinya biasa memancing di tengah laut dengan menggunakan perahu. Pekerjaan tersebut dilakukan dengan dibantu sang istri, Masdariyah, 47. Kini Masdariyah menggendong Jerri setiap hari dari rumah menuju perahu.

BACA JUGA: Pebalap Perancis Juarai International Tour de Banyuwangi Ijen

Kepala Desa Tonduk Misbahul Hasan menyatakan, di setiap perahu nelayan yang mencari teripang, bisa dipastikan ada yang mengalami kram. Hingga kini penderita kram dan kelumpuhan di desanya mencapai 30 orang.

''Dengan banyaknya warga kami yang mengalami kram dan lumpuh, kami berharap pemerintah memperhatikan kondisi mereka. Untuk sekadar makan, mereka harus susah karena terbelit utang kepada majikan saat ikut melaut mencari teripang,'' terangnya.

BACA JUGA: Batu Permata Tenggelang Dinilai Rp 1 Juta

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep A. Fatoni menuturkan, lumpuh yang diderita warga Desa Tonduk disebabkan kondisi saraf yang pecah karena menyelam terlalu dalam. ''Penyakit seperti itu bisa terjadi jika nelayan menyelam dengan kedalaman 10-20 meter. Padahal, nelayan tidak menggunakan alat yang memadai,'' katanya kemarin.

Menurut dia, penyakit yang dialami nelayan Desa Tonduk itu juga disebabkan cara menyelam yang tidak baik. Fatoni menyatakan bahwa penyelam tidak boleh naik ke permukaan laut secara mendadak.

Mantan kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ambunten tersebut mengungkapkan, nelayan yang mengalami kram ringan masih bisa disembuhkan. Tetapi, yang sudah mengalami kram permanen sangat sulit disembuhkan. ''Kami masih mengupayakan (kesembuhan mereka). Kami juga sudah sosialisasikan. Berapa hari lagi akan dilakukan mapping mana pasien yang harus dirujuk. Untuk mengatasi itu, kami akan bekerja sama dengan Rumah Sakit Angkutan Laut (RSAL) Surabaya,'' papar Fatoni soal bantuan bagi para penderita penyakit tersebut. (adi/fei/JPNN/c19/dwi) 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Penambangan Pasir Laut Marak, Warga Resah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler