Saran ALMISBAT untuk Pemerintahan Jokowi Hadapi Tahun Kerbau Metal

Kamis, 31 Desember 2020 – 22:33 WIB
Ketua Umum ALMISBAT Hendrik Sirait. Foto: dokumen pribadi for JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (ALMISBAT) Hendrik Sirait memprediksi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap akan menghadapi tantangan berat pada 2021.

Menurutnya, berbagai masalah yang ada pada tahun dengan shio kerbau metal itu tak terlepas dari persoalan-persoalan sepanjang 2020 seperti pandemi Covid-19 beserta efeknya, politik akomodatif, intoleransi, dan pertumbuhan ekonomi yang negatif.

BACA JUGA: Catatan Kritis dan Pujian dari ALMISBAT untuk Setahun Jokowi-Maruf

"Berbagai peristiwa yang terjadi selama tahun 2020 membuatnya layak disebut sebagai tahun vivere pericoloso," ujar Hendrik melalui layanan pesan, Kamis (31/12).

Oleh karena itu, kata Hendrik, ALMISBAT menyodorkan enam saran sekaligus rekomendasi untuk pemerintahan Presiden Jokowi. Pertama, sebaiknya pemerintah tetap fokus pada komitmen strategis.

BACA JUGA: Anggap Habib Rizieq Bukan Sosok Untouchable, ALMISBAT Dorong Polisi Lebih Tegas

Beberapa hal strategis yang harus dilanjutkan pada 2021 antara lain pengembangan konektivitas melalui maritim; melanjukan program reformasi birokrasi, meneruskan program Perhutanan Sosial sebagai bagian reformasi agraria; reformasi di bidang energi dan mendorong green economy; dan penyelesaian kasus-kasus korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) serta kejahatan HAM masa lalu.

Kedua, ALMISBAT mendorong pemerintah menyelamatkan kelompok-kelompok rentan dengan jaring pengaman sosial (social safety net), termasuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui paket sitimulus ekonomi.

BACA JUGA: Imron Gondrong, Pria Mirip Jokowi yang Bikin Heboh Jagat Maya

"Upaya ini penting dilakukan agar kelompok-kelompok tersebut tidak jatuh ke jurang kemiskinan absolut," cetusnya.

Ketiga, ALMISBAT mendukung sikap tegas Presiden Jokowi yang tidak menoleransi tindak pidana korupsi.

Keempat, ALMISBAT mendukung pembubaran Front Pembela Islam (FPI) sebagai bagian dari tindakan tegas terhadap segala bentuk intoleransi dan kekerasan yang mengatasnamakan agama.

Menurut Hendrik, sikap tegas itu diperlukan guna menciptakan Indonesia yang rukun dan damai, serta membangun demokrasi yang sehat.

"Demokrasi tidak mungkin terselenggara jika kelompok-kelompok pendukung kekerasan dibiarkan eksis di ruang publik," ulas mantan wartawan itu.

Kelima, menggalang aksi solidaritas antar-sesama organisasi masyarakat sipil guna mendukung upaya pemerintah memerangi ujaran kebencian, intoleransi, radikalisme dan terorisme.

Keenam, ALMISBAT meminta pemerintah tetap bersandar pada pertimbangan-pertimbangan ilmiah dari lembaga otoritatif dalam melaksanakan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat.

"Hal ini penting untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat dan memastikan asas keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi," pungkasnya.(ara/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler