Saran dr Lahargo agar Kita Tidak Masuk RS Jiwa Gara-gara Corona

Jumat, 01 Mei 2020 – 17:06 WIB
Petugas medis melakukan perawatan terhadap sejumlah pasien terjangkit virus Corona. Foto: ANTARA FOTO/Reuters/ama.

jpnn.com, JAKARTA - Masa pandemi COVID-19 membuat masyarakat stres dan depresi. Untuk memelihara kesehatan mental masyarakat, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia memberikan beberapa tips yang bisa dipraktekkan masyarakat.

"Ada beberapa cara yang bisa dilakukan masyarakat agar tidak stres dan depresi saat pandemi COVID-19," kata Perwakilan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia dr Lahargo Kembaren, Sp.KJ di Jakarta, Jumat (1/5).

BACA JUGA: Perkembangan Menyedihkan dari Ponpes Temboro Magetan

Upaya pertama yang dapat dilakukan yakni membatasi informasi berlebihan. Informasi terkait dengan COVID-19 yang belum diketahui kebenaran dapat memicu kecemasan.

“Kita dapat mengurangi kecemasan dengan membatasi menonton, membaca atau mendengarkan informasi yang berlebihan. Mengambil jarak sejenak dari informasi yang berlebihan juga baik,” ujar Lahargo.

BACA JUGA: Mutasi Polri: Sejumlah Kapolda Diganti, Boy Rafli Naik Posisi, Ini Daftar Lengkapnya

Kedua yaitu memilah informasi yang diperoleh. Masyarakat sebisa mungkin untuk mendapatkan informasi yang akurat dari sumber terpercaya dan melakukan pencegahan atau penanganan yang dianjurkan.

Membaca berita dari sumber yang keliru dapat menambah kecemasan dan kekhawatiran sehingga ini akan berdampak pada kesehatan jiwa.

BACA JUGA: Update Corona 1 Mei 2020: Pertambahan Tertinggi Pekan Ini, Jateng Sedikit, Oh Jatim

Selanjutnya masyarakat dapat menghindari perasaan yang tidak nyaman dengan melakukan hal positif, seperti menghindari merokok, mengkonsumsi alkohol dan narkoba.

“Apabila merasakan stres atau perasaan yang tidak nyaman segera berkonsultasi dengan profesional kesehatan jiwa, seperti psikiater, psikolog, konselor dan lainnya untuk mendapatkan pertolongan cepat dan tepat,” katanya.

Mengatasi permasalahan kesehatan jiwa, masyarakat dapat melakukan teknik keterampilan seperti relaksasi dengan menarik napas dalam.

Di tengah pandemi COVID-19 yang berdampak juga pada kesehatan mental, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia memberikan layanan swaperiksa masalah psikologis secara online. Langkah tersebut dapat diakses masyarakat dengan mengakses laman www.pdskji.org.

Lahargo menyampaikan pada layanan tersebut, sekitar 1.522 pengakses memanfaatkan layanan sejauh ini.

Tiga masalah psikologis yang ditemui yakni kondisi cemas, depresi dan trauma psikologis. Dari jumlah pengakses layanan menunjukkan 63% dari mereka mengalami kecemasan dan 66% depresi.

Dia juga berpesan terhadap kesehatan jiwa anak dan remaja di lingkup keluarga. Lahargo menyarankan kelompok umur ini untuk selalu terhubung dengan teman maupun saudara.

“Ciptakan suasan aman dan ajak mereka untuk melakukan aktivitas yang produktif,” ujarnya.

Ini semua menunjukkan kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan fisik serta perlu diperhatikan semua pihak. (esy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler