Saran Lockdown, Tak Boleh Keluar Rumah dari Jumat Sore hingga Senin Pagi

Senin, 21 Juni 2021 – 16:36 WIB
Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI Saleh Partaonan Daulay. ANTARA/Indra Arief Pribadi/aa

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyarankan pemerintah menerapkan kebijakan lockdown atau penguncian wilayah, untuk mengantisipasi lonjakan COVID-19.

Saleh menyarankan lockdown diberlakukan di akhir pekan. Yakni sejak Jumat sore hingga Senin pagi, masyarakat tidak diizinkan keluar rumah.

BACA JUGA: Wahai Pihak yang Dorong Jokowi 3 Periode, Ingatlah Pengalaman Orde Baru!

"Saya sejak awal menawarkan kebijakan lockdown di akhir pekan yaitu sejak Jumat sore, seluruh masyarakat tidak diperbolehkan keluar rumah sampai Senin pagi, sehingga diharapkan tidak terjadi penyebaran COVID-19. Saya minta pemerintah tolong (usulan) ini dipikirkan," ujar Saleh di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (21/6).

Dia menilai seluruh kebijakan yang sudah diambil pemerintah terkait penanganan COVID-19 selama ini, harus dievaluasi dengan baik. Karena sudah lama diterapkan.

BACA JUGA: Dave Laksono Sebut Sebuah Langkah Ampuh agar Indonesia Segera Bangkit

Saleh mencontohkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah dilakukan, hasilnya kurang maksimal lalu berubah menjadi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berjilid-jilid.

"Ibarat buku, ini sudah mau khatam, namun hasilnya tidak maksimal, bahkan kita sedang berada pada masa khawatir sekali terkait dengan penyebaran COVID-19."

BACA JUGA: Kondisi Para TKI ini Memprihatinkan, Beberapa Mengalami Kelumpuhan

"Misalnya di Bangkalan dan Kudus sudah mengkhawatirkan sekali, kabarnya rumah sakit penuh dan para tenaga medis sudah hampir kewalahan menangani," ucapnya.

Karena itu, dia menilai perlu adanya inovasi kebijakan lain yang harus diambil Pemerintah, salah satunya opsi menerapkan lockdown pada akhir pekan.

Saleh menjelaskan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah menyampaikan agar warga Jakarta di rumah saja ketika akhir pekan.

"Peryataan Gubernur Anies itu sebetulnya sama dengan 'lockdown' akhir pekan. Karena itu saya minta kebijakan itu dicoba dahulu, jangan alergi," katanya lagi.

Namun, menurut dia, kebijakan yang akan diambil pemerintah harus tegas.

Misalnya, jangan ada lagi orang yang membuat pesta di Sabtu-Minggu, jangan lagi ada orang pergi wisata, dan jangan ada lagi kerumunan.

Dia menilai, kerumunan dan keramaian adalah salah satu yang menyebabkan penularan COVID-19 tidak bisa diatasi, sehingga kebijakan yang diambil pemerintah jangan sampai terlambat.(Antara/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler