Saran Penting, Ahli Bagikan Kunci Agar Masker Maksimal Melindungi dari Omicron

Minggu, 19 Desember 2021 – 07:11 WIB
Ahli membagikan tips agar masker yang anda gunakan maksimal memberikan perlindungan dari Omicron. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Profesor kesehatan di Vanderbilt University School of Medicine William Schaffner MD menyebut strategi pencegahan Covid-19 seperti masker, vaksinasi, dan jarak sosial masih bisa memperlambat penularan Omicron.

Masker pun masih efektif mengurangi risiko tertular atau menyebarkan Covid-19, termasuk varian Omicron.

BACA JUGA: Omicron Masuk Indonesia, Bagaimana Nasib Investasi?

Hal itu juga diungkapkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDCO).

Dokter Schaffner mengatakan masker menjadi penghalang dan menyaring partikel virus dari udara yang kita hirup.

BACA JUGA: Harga Minyak Sawit Anjlok, Terdampak Badai Omicron?

Namun, masyarakat tak boleh memakai masker asal-asalan. Pasalnya, masker bisa penghalang yang tidak sempurna karena kemungkinan beberapa partikel lolos dalam kasus penyebaran Omicron.

"Omicron menghasilkan lebih banyak virus, bahkan daripada Delta," kata Schaffner yang mengungkapkan beberapa penelitian telah menemukan varian terbaru ini menghasilkan 70 kali jumlah virus dibandingkan Delta.

Oleh karena itu, kata Dokter Schaffner agar masker efektif melindungi diri dari Covid-19, maka harus memenuhi kriteria.

Dia menyebut masker harus pas di sisi wajah sehingga tidak memiliki celah, memiliki kawat hidung untuk mencegah kebocoran udara dari atas, tidak boleh memiliki katup atau ventilasi pernafasan yang memungkinkan partikel virus keluar.

"Masker bedah dan masker kain multi-layer sesuai dengan pedoman tersebut," kata Schaffner.

Kemudian, jika anda ingin perlindungan lebih, pakai masker kain setelah masker medis sekali pakai. Anda juga dapat memilih KN95, N95 atau KF94 yang dirancang khusus.

"Namun, yang terpenting, masker harus menutupi mulut dan hidung," bebernya.

Di sisi lain, pencegahan Covid-19 lainnya yang diperlukan yakni vaksin. Walau memang, menurut Schaffner, Omicron bahkan dapat menginfeksi orang yang telah divaksinasi penuh dan mendapatkan booster. (antara/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler