Satgas Covid-19 Beri Data yang Berbeda terkait Jumlah Kasus Covid-19, Pak Ganjar Protes

Sabtu, 27 Februari 2021 – 06:17 WIB
Gubernur Ganjar Pranowo dalam rapat rencana aksi PPKM Mikro. Foto: Instagram

jpnn.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo protes jumlah kasus data aktif yang disampaikan Satgas Covid-19 karena berbeda dengan perhitungan di daerahnya.

Dia meminta Jubir Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Sasmito memeriksa ulang data yang menyatakan Kota Surakarta tertinggi kasus aktif corona.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Bripka CS Berulah Tembak Mati Anggota TNI, Jokowi Diadukan ke Polisi, Mayjen Dudung Bereaksi

Data Satgas dipertanyakan karena tidak mungkin kasus aktif di Solo sebanyak 7.354 ketika jumlah total kasus aktif covid-19 di Jateng "hanya" 6.881 kasus.

Berdasarkan data di corona.jatengprov.go.id, kasus aktif di Kota Surakarta saat ini tercatat 278 kasus. Data Satgas Covid makin meragukan jika menilik angka kumulatif sejak Maret 2020 hingga hari ini, kasus terkonfirmasi COVID-19 di Kota Surakarta sebanyak 4.862 kasus.

BACA JUGA: Lantik Para Kepala Daerah Terpilih, Ganjar: Kekuasaan Seorang Presiden pun Ada Batasnya

“Ini jangan-jangan beliau keliru, bahwa 7.354 itu mungkin seluruh Jawa Tengah. Catatan saya yang di Solo itu hanya 278. Jauh banget ini,” tutur Ganjar usai acara mangayubagyo purna tugas Asisten Pemerintahan dan Kesra, Sarwa Pramana di Gradhika Bhakti Praja.

Ganjar heran, karena berdasarkan data corona.jatengprov.go.id, di Jateng saat ini terdapat 6.881 kasus aktif. Maka, lanjut Ganjar, tidak mungkin jika kasus aktif di Kota Surakarta mencapai 7.354 kasus.

BACA JUGA: Tawar Peserta Latsar CPNS Magang Bersamanya, Pak Ganjar: Siap jadi Babu Rakyat?

“Maka sekali lagi, angka 7.354 rasa-rasanya harus dikoreksi. Kenapa? Karena kalau itu nanti disampaikan ceritanya akan beda. Nanti bikin kepanikan baru warga di sana, wah Solo tertinggi padahal tidak gitu lho,” tegasnya.

Ganjar berharap, Satgas COVID-19 lebih berhati-hati lagi dalam rilis data. Sebab, hal ini sudah terjadi beberapa kali. Ganjar pun mengaku siap membantu untuk mensinkronkan data.

“Mudah-mudahan bisa menjadi koreksi bagi Prof Wiku dan temen-temen yang me-launching data kalau lah perlu mengonfirmasi data kepada kami. Kami siap kok untuk membantu. Maka agak berhati-hati sedikit,” tegasnya.

Terlepas dari itu, Ganjar meminta pada warganya untuk memantau perkembangan kasus COVID-19 Jawa Tengah di situs resmi yang dikelola Pemprov Jateng yakni corona.jatengprov.go.id.

“Sebenarnya lihat aja di jatengcorona karena sebenarnya itu angka yang kami perbandingkan. Ada angka yang dari pusat, ada angka yang dari kami, dan tinggal diperbandingkan saja. Nanti selisih-selisih itu bisa kami konfirmasi. Karena memang selalu ada data delay. Maka kami selalu mendapatkan kalau versi pusat itu namanya data inject, real-nya berapa injection-nya berapa ditambahi dulu data-data yang delay. Bahkan mungkin dengan ini komunikasinya ke publik dijelaskan saja mana data real mana data delay. Kalo kemudian langsung disebut begini rasa-rasanya kok itu jauh dari benar gitu lho,” pungkasnya. (flo/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler