5 Berita Terpopuler: Bripka CS Berulah Tembak Mati Anggota TNI, Jokowi Diadukan ke Polisi, Mayjen Dudung Bereaksi

Jumat, 26 Februari 2021 – 07:00 WIB
Presiden Jokowi Widodo (Jokowi). Foto: ANTARA/HO/Setpres-Lukas

jpnn.com, JAKARTA - Selamat pagi pembaca setia JPNN.com, semoga semua pembaca dalam keadaan sehat selalu, penuh kebahagiaan, dan bersemangat serta sehat selalu.

Jangan lupa ya tetap pakai masker saat bepergian, rutin mencuci tangan dan menjaga jarak karena pandemi Covid-19 belum berakhir. Berikut kami sajikan lima berita terpopuler di JPNN.com hingga pagi ini:

BACA JUGA: Pengakuan Penjual Makanan tentang Bripka Cs si Pelaku Insiden Penembakan di Cengkareng, Ternyata...

 

1. Bripka CS Tembak Mati Anggota TNI-Karyawan Kafe, Kapolri Langsung Keluarkan Telegram

BACA JUGA: Ini Perbedaan Besaran Gaji Pertama PPPK untuk Guru, Penyuluh, dan Perawat

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merespons cepat kasus penembakan yang dilakukan Bripka CS terhadap anggota TNI AD hingga tewas di Kafe RM, Cengkareng, Jakarta Barat pada Kamis (25/2) dini hari.

Orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu langsung mengeluarkan Surat Telegram (STR) bernomor ST/396/II/HUK.7.1/2021.

BACA JUGA: SBY Turun Gunung, Darmizal: Apa AHY Lemah?

Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan adanya telegram terbaru dari Kapolri.

Telegram itu ditandatangani oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono tanggal 25 Februari 2021.

Baca selengkapnya, klik link di bawah:

Bripka CS Tembak Mati Anggota TNI-Karyawan Kafe, Kapolri Langsung Keluarkan Telegram, Nih Isinya

 

2. Kursi AHY Dihantam Badai, KMD Usul Moeldoko Ketum PD, Ibas Sekjen

Aswin Ali Nasution mengusulkan nama Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebagai ketua umum Partai Demokrat.

Aswin yang merupakan Ketua Umum Kader Muda Demokrat (KMD) itu juga mengusulkan agar Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menduduki jabatan sekretaris jenderal Demokrat.

Baca selengkapnya, klik link di bawah:

Kursi AHY Dihantam Badai, KMD Usul Moeldoko Ketum PD, Ibas Sekjen

 

3. Anggota TNI Ditembak Oknum Polisi, Mayjen Dudung Menyampaikan Instruksi Penting

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman meminta para prajuritnya tidak terprovokasi insiden penembakan yang dilakukan oleh Bripda CS terhadap anggota TNI di salah satu kafe, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (25/2) dini hari.

Dalam insiden penembakan tersebut tiga orang tewas dan satu orang terluka.

Tiga korban tewas yakni S yang anggota aktif TNI Angkatan Darat. Sedangkan dua lainnya yakni pegawai kafe berinisial FSS dan M.

Baca selengkapnya, klik link di bawah:

Anggota TNI Ditembak Oknum Polisi, Mayjen Dudung Menyampaikan Instruksi Penting

 

4. Penumpang Sesak Napas, Lion Air Alihkan Pendaratan

Pesawat Lion Air penerbangan JT-797 dari Bandara Internasional Sentani, Jayapura, Papua menuju Bandara Sultan Hasanuddin, di Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan pengalihan pendaratan ke Bandara Internasional Pattimura, Ambon, Maluku, Rabu (24/2).

Pengalihan pendaratan dilakukan karena ada salah satu penumpang yang mengalami sesak napas, sehingga membutuhkan pertolongan. Namun, Lion Air mendapat kabar dari pihak rumah sakit di Ambon, penumpang tersebut meninggal dunia.

Baca selengkapnya, klik link di bawah:

Penumpang Sesak Napas, Lion Air Alihkan Pendaratan, Korban Meninggal Dunia di RS

 

5. Ada yang Laporkan Jokowi ke Bareskrim, Ferdinand Bereaksi

Mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menanggapi upaya Koalisi Masyarakat Anti Ketidakadilan melaporkan Presiden Jokowi ke Bareskrim Polri.

Kurnia selaku perwakilan koalisi itu datang ke Bareskrim pada Kamis (25/2) untuk melaporkan dugaan pelanggaran protokol kesehatan di kerumunan Jokowi saat kunjungan ke Maumere, Sikka, NTT.

Diketahui, pelaporan itu gagal lantaran pihak Bareskrim tidak menerbitkan laporan polisi (LP) atas dugaan tindak pidana pelanggaran Kekarantinaan Kesehatan oleh Presiden Jokowi.

Nah, Ferdinand menyebut apa yang dilakukan oleh Koalisi Masyarakat Anti Keadilan hanyalah langkah politik yang minim pemahaman tentang prokes, dan tidak paham tentang pidana.

Baca selengkapnya, klik link di bawah:

Ada yang Laporkan Jokowi ke Bareskrim, Ferdinand Bereaksi, Pakai Kata Bahaya

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler