Satgas Covid-19 Jelaskan Aktivitas yang Berisiko Tinggi Terpapar Corona saat Libur Panjang

Kamis, 22 Oktober 2020 – 23:16 WIB
Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah. Foto: KOMBEN BNPB/Dume Sinaga

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan kawasan publik masih menjadi lokasi paling tinggi untuk angka penularan virus corona. Terlebih di masa libur panjang, masyarakat kerap memanfaatkan berlibur ke tempat publik dan ada kerumunan.

Untuk itu, Satgas Penanganan Covid-19 meminta pada masa libur panjang akhir Oktober hingga awal November nanti, masyarakat bisa tetap waspada dan mengutamakan protokol kesehatan.

BACA JUGA: Mbak Winiarti Tepergok Berbuat Dosa dengan Tiga Pria, Hmmm

“Aktivitas ini (pergi ke tempat kerumunan) berisiko tinggi menularkan Covid-19,” ujar Dewi dalam  mengisi konferensi virtual bertema Covid-19 dalam dalam diskusi Satgas Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (22/10). 

Aktivitas selanjutnya yang juga berisiko penularan Covid-19 adalah pergi belanja ke swalayan, supermarket, toko yang biasanya ramai saat libur.

BACA JUGA: Mobil Daihatsu Xenia Hangus Terbakar, Warga Melihat Sesuatu di Jok Belakang, Mengerikan

Guna menghindari penularan Covid-10, Dewi meminta masyarakat mengukur keramaian sebuah tempat sebelum memasukinya.

“Memang diakui juga ada supermarket yang menerapkan protokol kesehatan, tetapi tetap harus diantisipasi,” kata dia. 

BACA JUGA: Ahli Epidemiologi: Uji Klinis Vaksin di Indonesia Harus Bisa Sesuai Jadwal, Jangan Sampai Ada Hambatan

Kemudian, aktivitas lainnya yang juga berisiko tinggi menularkan Covid-19 adalah ikut pertemuan dalam acara yang dihadiri banyak orang di satu ruangan. Oleh karena itu, Dewi meminta masyaralat jangan berkumpul dengan teman atau saudara yang datang dari rumah yang berbeda.

BACA JUGA: Perempuan yang Tewas Terbakar Dalam Mobil Xenia Itu Ternyata Yulia Asal Wonogiri

“Tetap jaga protokol kesehatan 3 M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun tetap diterapkan meskipun mereka adalah saudara kita yang kita percaya dan tidak ada gejala,” tandas Dewi. (cuy/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler