Satgas Covid-19 Latih Seribu Sukarelawan di Samarinda

Senin, 20 September 2021 – 18:19 WIB
Waspada, kasus positif aktif Covid-19 di Kaltim masih bertambah. Tetap patuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, jaga jarak dan rutin mencuci tangan Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, SAMARINDA - Satgas Penanganan Covid-19 melatih seribu sukarelawan di Samarinda.

Kegiatan itu dilakukan dalam penggalangan dan peningkatan kapasitas 1.000 relawan Covid-19 wilayah Samarinda.

BACA JUGA: Lowongan Pekerjaan: KAI Buka Rekrutmen untuk Berbagai Formasi, Buruan Daftar!

Harapannya, sukarelawan itu akan menjadi perubahan perilaku yang membawa inspirasi dan harapan dalam penanganan Covid-19 di Samarinda.

Ketua Bidang Koordinasi Relawan (BKR) Satgas Covid-19 Andre Rahadian mengatakan kegiatan ini dimulai dari pelatihan supervisi lokal, praktik mengajar fasilitator, serta penggalangan dan peningkatan kapasitas sukarelawan Covid-19 selama lima hari, yang dimulai dari 13 hingga 17 September 2021.

BACA JUGA: Rajin Makan Sayur dan Buah Bisa Minimalkan Risiko Terpapar Covid-19?

"Dalam jangka waktu lima hari tersebut akan dilakukan sesi pelatihan yang dibagi ke dalam empat kelas dengan jumlah peserta 25
orang dalam tiap kelasnya," ujar Andre.

Jadi total peserta program pelatihan relawan berjumlah 1.000 orang dengan 200 relawan yang mengikuti pelatihan tiap harinya.

Menurut Andre, seribu sukarelawan ini merupakan perwakilan relawan dari berbagai daerah, instansi pemerintahan, dan organisasi kemasyarakatan mitra kebencanaan di Kalimantan Timur.

BACA JUGA: BNPB dan Satgas Covid-19 Laksanakan Gerakan Mobil Masker di Pangandaran

Seluruh relawan nantinya akan mendapatkan lima materi pelatihan.

Pertama, pencegahan, penyebaran, dan kebijakan 3M.

Kedua, gerakan 3T (Tracing, Treatment, Testing). Ketiga, relawan dan kerelawanan.

Keempat, teknik berkomunikasi efektif. Dan kelima, penggunaan instrumen monitoring relawan bersatu lawan covid (BLC).

Andre mengharapkan hasil pelatihan bisa mengaplikasikan seluruh materi yang didapatkan kepada anggota keluarga, serta masyarakat di lingkungan tinggalnya masing-masing.

Pada acara itu, hadir juga Ketua Tim Koordinasi Destana Direktorat Kesiapsiagaan Firza Ghozalba, Kepala Pelaksana Harian BPBD Provinsi Kaltimantan Timur, Kota Samarinda, dan Kabupaten Kutai Kartanegara, serta Perwakilan Forkopimda Kalimantan Timur lainnya.

Firza menambahkan antisipasi dan penanggulangan bencana di Indonesia, termasuk Covid-19, perlu melibatkan seluruh pihak melalui penerapan sinergi pentahelix.

"Maka itu, seluruh jajaran pemerintah daerah harus memahami konsep ini, yaitu sinergi pentahelix sebagai bentuk kolaborasi bersama yang terdiri dari pemerintah, akademisi, dunia usaha, media masa, dan seluruh lapisan masyarakat,” tutur dia.

Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Hadi Mulyadi menyampaikan keterlibatan dan sinergi semua pihak memiliki peranan yang signifikan dalam mengendalikan pandemi Covid-19.

"Saya berharap para sukarelawan dapat turun tangan membantu masyarakat untuk menyelesaikan masalah CovidK di alimantan Timur. Jika hal tersebut bisa terealisasikan, maka saya yakin tingkat paparan Covid-19 di tengah masyarakat akan menurun secara signifikan," kata dia. (tan/jpnn)


Redaktur : Yessy
Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler