Rajin Makan Sayur dan Buah Bisa Minimalkan Risiko Terpapar Covid-19?

Senin, 20 September 2021 – 04:33 WIB
Sayuran. Ilustrasi. Foto Yessy Artada/jpnn.com

jpnn.com - Orang yang makan banyak buah dan sayuran berisiko terjangkit COVID-19 yang lebih rendah, dibandingkan dengan mereka yang menerapkan pola makan yang tidak sehat.

Bahkan, orang yang mengonsumsi buah sayur disebut berisiko lebih kecil mengalami gejala parah akibat infeksi coronavirus.

BACA JUGA: Buruan Daftar! Kuota KAI Virtual Ride 2021 Ditambah

Hal ini merupakan studi terbaru yang dilakukan oleh Infectious Diseases Society of America.

Lalu benarkah makan banyak buah dan sayur minim terjangkit Covid-19?

BACA JUGA: Begini Cara Hilangkan Lemak Perut untuk Orang yang Sensitif Karbohidrat

Riset yang diterbitkan melalui jurnal medis, Gut, itu melibatkan 590.000 peserta usia dewasa di Amerika Serikat dan Inggris. Relawan diminta mengisi kuesioner secara daring.

Pertanyaan dalam survei online itu meliputi asupan makanan yang dikonsumsi peserta dalam sepekan, serta pengalaman mereka saat terjangkit virus corona.

BACA JUGA: Para Pria Silakan Merapat, ini 4 Cara Bangkitkan Gairah Wanita di Ranjang

Selama riset berlangsung, terdapat 31.815 relawan mengaku pernah terinfeksi COVID-19.

Para peneliti kemudian membagi peserta ke dalam empat kelompok, dengan mempertimbangkan asupan nabati mereka, seperti buah dan sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, hingga minyak nabati.

Hasil penelitian menunjukkan peserta yang mengonsumsi makanan kaya nabati berisiko 9 persen lebih rendah terinfeksi coronavirus, dibandingkan relawan dengan pola makan tidak sehat.

Peserta yang mengonsumsi buah sayur untuk COVID juga memiliki risiko 41 persen lebih rendah terkena gejala parah akibat infeksi virus tersebut.

Para peneliti juga mempertimbangkan sejumlah faktor seperti usia, ras, kebiasaan merokok, berat badan, serta lingkungan tinggal peserta.

Hasilnya, studi menemukan obesitas berperan meningkatkan risiko infeksi virus corona.

Riset tersebut kemudian memetakan hubungan antara obesitas dan pola makan dengan risiko terinfeksi COVID-19.

Pola makan yang sehat menurut mereka meningkatkan efek perlindungan terhadap virus SARS-CoV-2.

Disampaikan Jordi Merino, salah seorang anggota penelitian, temuan ini menunjukkan pentingnya pendistribusian makanan sehat guna menekan wabah pandemi coronavirus. 

“Beban pandemi mungkin dapat berkurang, jika makanan sehat lebih mudah diakses masyarakat berpenghasilan rendah,” jelas peneliti dari Massachusetts General Hospital, Boston, AS itu dikutip dari US News.

Keterbatasan Penelitian

Meski begitu, para peneliti mengakui keterbatasan studi soal efek konsumsi buah dan sayur untuk mencegah COVID-19.  

Misalnya, terdapat terlalu banyak variabel yang memungkinkan peserta terinfeksi virus corona. 

Kemudian, seperempat responden berusia 65 tahun atau lebih memiliki kondisi kesehatan yang cukup baik. Sedikit di antara mereka yang melaporkan punya kondisi kronis seperti penyakit jantung dan diabetes.

Terlebih, survei tersebut dilakukan pada tahun 2020, sebelum vaksinasi dilakukan dan ledakan wabah varian delta terjadi.

“Sehingga, dampak pola makan sehat terhadap orang yang divaksinasi dan masyarakat selama wabah varian Delta merebak, belum diketahui,” papar Jordi.

Menanggapi hasil penelitian, dr. Theresia Rina Yunita menjelaskan sayur dan buah memang mengandung banyak vitamin yang baik bagi kesehatan.

“Mengonsumsi buah dan sayur tidak hanya meminimalkan risiko infeksi COVID-19, tapi juga berbagai penyakit lainnya karena fungsi sayur dan buah dalam meningkatkan kekebalan tubuh,” jelasnya.

“Selain buah serta sayur, makanan bergizi dan sehat selalu direkomendasikan untuk menjaga imunitas terlebih disaat pandemi ini,” ujar perempuan yang kerap disapa There itu. 

Jika imunitas baik, tubuh bisa melawan virus corona, sehingga tidak mudah tertular. Kalaupun terinfeksi, lanjut dia, orang dengan imunitas baik biasanya hanya menunjukkan gejala ringan saja.

Namun, dr. There menekankan bahwa konsumsi sayur dan buah untuk mencegah COVID saja tidaklah cukup.

“Harus semuanya dijalani, jadi tidak bisa hanya salah satu saja. Untuk mencegah infeksi coronavirus dibutuhkan prokes yang baik, vaksinasi untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap COVID-19, serta menjaga kesehatan tubuh dan imunitas lewat makanan, olahraga dan hindari stres,” tutur dr. There.

Oleh karena itu, Anda tidak bisa hanya mengandalkan buah dan sayur untuk mencegah COVID-19.

Lakukanlah vaksinasi segera, serta patuhi prokes dengan tetap menggunakan masker, rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak.(klikdokter)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Benarkah Minum Vodka Bisa Turunkan Gula Darah?


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler