Satgas Sukarelawan Tingkatkan Kapasitas Layanan Dukungan Psikososial

Senin, 25 Oktober 2021 – 10:12 WIB
Ilustrasi. Foto: dari satgascovid19

jpnn.com, JAKARTA - Bidang Koordinasi Sukarelawan Satuan Tugas COVID-19 menggelar peningkatan kapasitas sukarelawan layanan dukungan psikososial (LDP) secara serentak di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Sumatera Utara.

Kegiatan berlangsung selama enam hari (18-21 Oktober 2021), melibatkan 30 sukarelawan dari berbagai perwakilan organisasi kemasyarakatan, dinas kesehatan, dinas sosial, dan lembaga sosial.

BACA JUGA: Satgas Covid-19 Pastikan Pemerintah Penuhi Kebutuhan Vaksin

“Kondisi kesehatan jiwa masyarakat yang terganggu selama masa pandemi adalah fenomena nyata yang harus segera disikapi. Aspek psikososial perlu mendapat perhatian, karena dampak jangka panjangnya dapat berpengaruh terhadap berbagai persoalan, khususnya tingkat produktivitas,"  kata Ketua BKR Satgas COVID-19 Andre Rahadian.

"Untuk itulah kehadiran sukarelawan layanan dukungan psikososial di tengah-tengah masyarakat sangat dibutuhkan dan menjadi dasar pelaksanaan kegiatan peningkatan kapasitas sukarelawan layanan dukungan psikososial (LDP)," imbuhnya.

BACA JUGA: Satgas Covid-19 Berharap Sukarelawan di Palembang Bisa Ubah Perilaku Masyarakat

Andre berharap kegiatan itu mampu membentuk sukarelawan LDP yang siap terjun mendampingi masyarakat kelompok rentan (lansia, anak, disabilitas, dll) dan tenaga kesehatan.

Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan secara offline selama enam hari melibatkan 30 orang sukarelawan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

BACA JUGA: Satgas Covid-19 Minta Pemda Awasi Mobilitas Wisatawan Asing

Tiga hari pertama seluruh sukarelawan mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas dengan jumlah tujuh sesi materi yang disampaikan oleh narasumber yang mumpuni di bidangnya.

Ketujuh materi tersebut yaitu pengantar kerelawanan, protokol kesehatan dan seputar COVID-19, psikoedukasi, dukungan psikologi awal, layanan dukungan psikososial, pendampingan sosial, dan fungsi koordinasi (pelaporan).

Pada hari keempat dan kelima sukarelawan yang telah dibekali materi akan turun ke lapangan untuk melakukan praktik pendampingan kepada lembaga sosial sasaran program.

Lokasi lembaga yang tersebar di tiga provinsi tersebut antara lain adalah UPTD Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri, SLB Yayasan Untung Tuah, Panti Asuhan Anak Harapan, RS Abdul Muis, Panti Asuhan Al Ikhlas Dinsos Provinsi Kalsel, RS Bhayangkara Tk. III Banjarmasin Tembusan Dinkes Prov Kalsel, Panti Lansia Binjai, Panti Anak Ora El Labora, RSUD GL Tobing, dan Panti Lansia Provsu.

Di hari terakhir seluruh sukarelawan melakukan monitoring dan evauasi program secara keseluruhan. 

Kepala Sub-Bidang Relawan Kesehatan BKR Satgas COVID-19 dr. Joseph Frederick William mengatakan selama ini hal-hal yang berkaitan dengan kondisi psikososial masih belum banyak tersentuh. 

"Memang telah banyak layanan dukungan psikososial yang diadakan oleh berbagai instansi, lembaga dan organisasi, seperti layanan bantuan psikologi “Sejiwa” dan #SahabatRelawan, yang dilakukan secara daring. Namun, dukungan psikososial yang diberikan secara langsung di masyarakat, belum banyak dilakukan," katanya.

Dukungan psikososial penting diberikan kepada mereka yang terpapar, supaya mereka bisa menjalani masa penyembuhan dan juga melawan penyakit yang diderita, sehingga mereka tidak kehilangan harapan saat dirawat.

Tujuan lain dari pelatihan sukarelawan dukungan psikososial adalah agar dampak negatif dari pandemi, yang mungkin dapat memunculkan berbagai gejolak sosial, dapat diredam, sehingga tidak berkembang menjadi keresahan yang menganggu atau malah menjadi gerakan yang tidak
kondusif dalam upaya menangani dan mengendalikan penyebaran serta penularan virus penyebab COVID-19. 

“Kegiatan yang berlangsung di tiga provinsi ini adalah rangkaian awal, Satgas Sukarelawan akan terus melanjutkan peningkatan kapasitas sukarelawan di berbagai provinsi," kata Joseph.

"Secara berkelanjutan Satgas Sukarelawan juga akan terus bersinergi melalui sukarelawan binaan bersama berbagai kementerian, dinas kesehatan, dinas sosial, dan berbagai organisasi profesi dan kemasyarakatan di Indonesia untuk terus mewujudkan kesehatan mental bagi masyarakat dan terutama kelompok rentan yang terdampak pandemi,” imbuhnya. (tan/jpnn)


Redaktur : Adek
Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler