Satu Keluarga Meninggal karena HIV/AIDS

Minggu, 19 Juni 2016 – 02:28 WIB
ILUSTRASI. FOTO: Pixabay.com

jpnn.com - DENPASAR - Seorang remaja 14 tahun, Rabu (16/6) kemarin meninggal dunia akrena menderita Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS). Remaja berinisial Luh K dipastikan meninggal karena virus mematikan itu karena selama ini memang rutin menjalani kontrol di Voluntary Counseling Test (VCT) khusu penderita HIV/AIDS di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng.

Mirisnya, remaja yang menghembuskan nawafas terahirnya di di ruang UGD RSUD Buleleng pukul 13.40 Wita kemarin itu, merupakan korban meninggal keempat di keluarganya. Beberapa tahun sebelumnya, bapak, ibu dan adiknya yang masih 9 tahun juga meninggal dunia karena virus mematikan itu.

BACA JUGA: Menyedihkan! PRT Ini Disiksa, Tak Diberi Makan, Dirotan dan Disetrika

Sejak anggota keluarganya satu persatu meninggal karena HIV/ADIS, Luh K yang menderita HIV/AIDS sejak lahir itu, mendapat pendapaingan dari Konselor VCT Yayasan Citra Usadha Indonesia (YCUI) Buleleng Made Ricko Wibawa.” Pendampingan saya lakukan sejak almarhum Luh K berumur 9 tahun,”kata Made Ricko Wibawa pada wartawan Bali Express (JPNN Group), kemarin.

Rico menuturkan, sat-satu persatu anggota keluarganya meninggal akrena HIV/AIDS. Pertama meninggal sang ibu, tidak lama kemudian adik keduanya yang masih berusia 9 tahun dan disusul ayahnya sekitar setahun lalu. Sekarang Luh K menyusul tiga anggota keluarganya.”Sekarnag seluruh keluarga intinya sudah tidak ada semua,” ujarnya.

BACA JUGA: 6 Granat dan 42 Amunisi FN Ditemukan saat Potong Sapi

Sebelum Luh K meninggal, Rico rutin memantau kesehatan Luh K bersama pamannya KT,36. Segala macam pengobatan telah dilakukan demi kesembuhan remaja yang hanya sekolah hingga tingkat sekolah dasar (SD) ini, tetapi kondisi kesehetannya terus menurun hingga ahirnya meninggal dunia.

Selama mendampingi, kata Rico, Luh K patuh minum obat berupa pil, nutrisi dan rutin memeriksakan kesehatan. Bahkan rajin membantu sang paman yang bekerja sebagai pengrajin anyaman bambu.

BACA JUGA: Pasien Tak Mampu Terharu, Peluk Ketua DPRD Bogor dan Menangis

Beberapa hari sebelum meninggal, remaja ini mengalami demam panas tinggi dan ia sempat diperiksa ke salah satu Puskesmas di Kecamatan Buleleng. Karena kondisi kesehatanya menurun, Kamis (16/6) siang mendadak mengalami sesak nafas. Kemudian dirujuk ke RSUD Buleleng, sempat ditangani tetapi tidak bisa terselamatkan.

Direktur RSUD Buleleng Gede Wiartana, dikonfrimasi terpisah membenarkan bahwa ada pasien berinisial Luh K meninggal dunia karena HIV/AIDS. Pasein dipastikan meninggal karena virus mematikan itu karena selama ini berdasarkan catatan sering mengambil obat obat di klinik VCT dan kontrol paru di RSUD Buleleng. Sebelum meninggal, Luh K mengalami sesak nafas, saat dibawa ke rumah sakit sudah tidak sadarkan diri sehingga dibantu resusitasi jantung namun kondisinya terus menurun ahirnya meninggal dunia.(JPG/bas/fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pelapor Rektor UMB jadi Tersangka


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler