Satu Keluarga Positif Corona Tolak Dievakuasi, Terlibat Adu Mulut dengan Petugas

Kamis, 09 Juli 2020 – 22:00 WIB
Tangkapan layar petugas Puskesmas dan Satpol PP Kebon Jeruk terlibat cekcok saat mengevakuasi warga yang dinyatakan positif COVID-19 di Duri Kepa, Jakarta Barat. Foto: Antara/Dok. Kelurahan Duri Kepa

jpnn.com, JAKARTA - Virus Corona menyerang satu keluarga yang tinggal di kawasan Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Namun keluarga tersebut sempat adu mulut dengan petugas saat akan dievakuasi ke RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Rabu (9/7). Itu tergambar dalam sebuah cuplikan video yang disebar melalui pesan berantai.

BACA JUGA: Pondok Gontor Diserang Virus Corona, Berasal dari Luar Daerah

"Itu kejadiannya kemarin, sekitar pukul 13.30 WIB. Mereka sempat menolak saat akan kami evakuasi ke Wisma Atlet, tapi dengan pendekatan warga, pengurus warga, aparat, alhamdulillah akhirnya mereka bersedia," kata Lurah Duri Kepa Marhali, Kamis (9/7).

Dalam video tersebut terlihat petugas medis dari Puskesmas Kebon Jeruk didampingi anggota Satuan Polisi Pamong Praja membujuk pasien COVID-19.

BACA JUGA: Petugas Kebersihan KRL Ini Temukan Uang Rp 500 Juta, Awalnya Dikira Tumpukan Sampah

Namun warga tersebut membela dirinya kepada petugas medis untuk tidak dijemput. Sampai akhirnya petugas medis yang semula bersabar, naik pitam dan sama-sama bernada tinggi.

Marhali mengatakan, awalnya yang terdeteksi terpapar COVID-19 adalah kepala keluarga tersebut yang merupakan pedagang di Pasar Patra.

BACA JUGA: Mbak DA Beralasan Ingin Menemui Suami, di Tengah Jalan Butuh Duit, Terjadilah

Tak hanya kepala keluarga itu, total ada 27 orang yang positif COVID-19 setelah mengikuti tes usap massal, termasuk anggota keluarganya.

"Kan kalau kami swab test itu, salah satu anggota keluarga ada yang dinyatakan positif maka anggota keluarganya yang lain kami lakukan swab test juga," ujar Marhali.

Sebanyak 27 orang tersebut diminta untuk menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Namun empat orang yang merupakan satu keluarga ini justru tak disiplin selama melakukan isolasi mandiri.

Marhali mengatakan, empat orang itu telah menjalani tes usap kedua. Hasilnya tiga orang dari keluarga itu masih positif COVID-19. .

"Yang negatif istrinya. Bapak dan anak-anaknya masih positif," kata Marhali.

"Kalau warga lainnya udah ada yang negatif, tapi masih tetap harus menjalani isolasi mandiri sampai hasil swab test berikutnya menunjukkan kalau mereka memang sudah negatif COVID-19," ujar Marhali. (antara/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler