Satu Penganiaya Anggota Dalmas Polda Ditangkap

Selasa, 09 September 2014 – 14:02 WIB

jpnn.com - SERANG - Unit II Kejahatan dan Kekerasan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Serang langsung menangkap satu pelaku pengeroyokan terhadap Brigadir Polisi Dua (Bripda) Maris Nurbatahud (22). Sedangkan tujuh terduga lainnya masih diburu. Pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu berinisial Sn (22).

Anggota Unit Jatanras menangkapnya pada hari yang sama ketika korban yang anggota Pengendali Massa (Dalmas) Polda Benten dikeroyok di simpang tiga Desa Pudar dan Ginong, Kecamatan Pamarayan, Kabupaten Serang, Minggu (7/9) dini hari. Saat ini, Bripda Maris Nurbatahud masih dirawat intensif di RSUD Serang karena tiga luka terbuka di punggung akibat sabetan benda tajam.

BACA JUGA: Tak Bisa Berenang, Amoy Tewas Tenggelam

Peristiwa itu bermula saat Maris dan empat rekannya hendak pulang dengan mengendarai sepeda motor. Di jalan, anggota Polda Banten itu berpapasan dengan delapan pemuda bersepeda motor dari arah berlawanan. Para pemuda mabuk itu diduga berasal dari Desa Pudar dan Desa Ginong, Kecamatan Pamarayan, dan hendak pulang setelah menonton jaipongan dari Desa Wirana, Kecamatan Pamarayan.

Entah bagaimana, laju sepeda motor Maris dan keempat temannya terhalang. Korban pun menegur para pemuda mabuk tersebut. Namun, delapan pemuda itu menyerang, beberapa di antaranya menggunakan senjata tajam. Maris dikeroyok lantaran keempat rekannya kabur ketakutan.

BACA JUGA: Wali Kota Ancam Angkut PKL Bandel ke Truk Sampah

Nyawa korban selamat setelah ayah kandungnya, Oma Sumantri (43), bersama beberapa warga datang ke lokasi kejadian. Oma dan beberapa warga yang sebelumnya berada di pos ronda itu mengetahui ketika Maris berhasil mengamankan seorang pelaku. Pelaku berhasil kabur. Di lokasi kejadian, para pelaku meninggalkan sebuah pisau dan dua sepeda motor.

“Dari olah TKP (tempat kejadian perkara), kami mendapatkan tiga nama. Kami lakukan pemeriksaan dan satu orang di antaranya kami tetapkan tersangka dan sudah ditahan,” tegas Kapolres Serang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Yudi Hermawan seperti dilansir Radar Banten (Grup JPNN), Selasa (9/9).

BACA JUGA: Pencurian Rp 5,3 M di ATM BRI, Paranormal Sebut Ulah Dukun

Hasil pemeriksaan, sebut Yudi, Sn mengaku ikut mengeroyok Maris bersama tujuh rekannya. “Nama-nama pelaku dan alamatnya sudah diketahui. Peran masing-masing pelaku juga sudah (diketahui polisi). Dia (Sn) sudah membuka semua kejadian dan menjelaskannya secara runut,” ungkap Yudi.

Kendati demikian, dia belum bisa menyebutkan motif pengeroyokan terhadap Maris dengan alasan belum mendapatkan informasi lengkap. “Sepintas karena para perlaku ini tidak terima ditegur,” ujarnya.

Disinggung soal pisau yang ditemukan di lokasi kejadian, Yudi menduga, milik para pelaku. Namun, dia belum bisa memastikan, pisau itu digunakan untuk melukai korban atau tidak. “Nanti saja, saat dilakukan rekonstruksi,” ujarnya.

Kapolres mengimbau, ketujuh pelaku segera menyerahkan diri. “Melarikan diri itu hanya menunda (hukuman) saja. Mau sampai kapan melarikan diri? Sama saja dengan teroris, mau lari ke mana saja tetap ditangkap, apalagi kedaluwarsa kasus ini lama,” tegasnya.

Dari keterangan Sn, tambah Arrizal, tersangka bukan sebagai pelaku yang menggunakan senjata tajam. “Meskipun (Sn) hanya mendorong, sama saja menggunakan tenaga bersama. Kalau pelaku yang membacok korban, masih dikejar,” tandasnya.(RB/radar banten)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Video Curup Membara Ditemukan di HP Siswi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler