Saya Tidak Menyangka Dia Menjadi Pelaku Suap

Senin, 19 September 2016 – 05:58 WIB
Penyidik KPK menggeledeh gudang gula milik penyuap Irman Gusman di Jalan Bypass KM 5 Padang, Minggu (18/9). Foto: Syawal/Padang Ekspres/JPNN.com

jpnn.com - PADANG –  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung melakukan penggeledahan di empat lokasi yang diduga terkait kasus dugaan suap impor gula yang melibatkan pengusaha Xaveriandi Sutanto dan Ketua DPD RI Irman Gusman, Minggu (18/9). 

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres (Jawa Pos Group), tim penyidik KPK yang berjumlah 21 orang ini dibagi menjadi dua tim.

BACA JUGA: Mau Tahu Sulitnya Menghubungi Keluarga WNI Sandera Abu Sayyaf?

Mereka menyebar antara lain di kediaman Susanto di Jalan Bypass KM. 5 No. 8 Padang, gudang gula di KM 22 Bypass Anak Air Kototangah, Tanaka Mart 8, dan toko perabot. 

Pantauan Padang Ekspres di Gudang Gula CV Padi Rimbun Berjaya , sebanyak 9 penyidik dan penyelidik KPK melakukan penggeledahan sejak pukul 10.00 WIB. 

BACA JUGA: Garuda Indonesia Mulai Pulangkan Jemaah Haji

Tim bergerak hingga berakhir pukul 14.55. Dari hasil penyelidikan , terlihat penyidik mengamankan dua koper dan satu dus  dari gudang gula tersebut dan menaikkannya ke mobil Toyota Avanza hitam. Tidak jelas apa yang ada di dalam koper.

Satria, satpam gudang gula tersebut menyebutkan penyidik mengamankan sejumlah dokumen dan Rekaman CCTV di gudang tersebut. 

BACA JUGA: Kapal Perang TNI AL Angkut Satgas Tinombala Poso

“Ya, penyidik mengamankan rekaman CCTV serta surat keterangan SNI, Cuma ada dua barang yang diamankan,” ujarnya kepada Padang Ekspres.

Usai menggeledah gudang gula sekaligus tempat penyimpanan tepung tersangka suap Irman Gusman, Xaveriandi Sutanto di kilometer 22 Jalan Bypass, Minggu (18/9), penyidik KPK menggeledahan di sebuah gudang yang juga dijadikan rumah oleh Xaveriandi Sutanto, di KM 5, Kecamatan Lubukbegalung.

Pantauan Padang Ekspres , penyidik KPK terbagi dalam dua tim. Tim 1 menggeledah gudang gula dan tepung di kilometer 22, dan tim II menggeledah gudang mebel sekaligus rumah Sutanto di KM 5 By Pass Kecamatan Lubeg.

Khusus di KM 5 terlihat ada sekitar lima personel Brimob yang memakai senjata lengkap dan dua unit mobil Avanza warna putih BA 1171 QE dan mobil Toyota Kijang BA 1465 OC. 

Di sana ketika wartawan akan mengambil gambar terjadi sedikit cekcok mulut antara wartawan dan ssatpam gudang di rumah penyuap Irman Gusman. 

Namun, cekcok bisa diredamkan dan wartawan pun diperbolehkan mengambil gambar di luar pagar karena pagar dikunci satpam dan Personel Brimob Polda Sumbar.

Di sana Penyidik KPK masuk ke dalam gudang sekaligus rumah pelaku suap sekitar pukul 11.00, sekitar enam jam. 

Penyidik KPK memeriksa satu persatu isi rumah dan gudang milik  Direktur CV Rimbun Padi. Penyidik KPK yang memakai rompi bertulisan KPK di bagian belakang pintu tampak sibuk mondar-mandir untuk melakukan penyelidikan rumah pelaku.

Aktivitas penyidik KPK di KM 5 tersebut juga mengundang keingintahuan warga sekitar dan pengguna jalan raya karena gudang dan rumah itu dekat dengan jalan raya. 

Setelah sekitar 6 jam, akhirnya petugas KPK ke luar dengan membawa dua koper warna hijau abu-abu dan langsung dibawa ke mobil Avanza putih tanpa mau memberikan keterangan kepada wartawan yang meliput.

Wandi, 34, warga sekitar menilai, Xaveriandi Sutanto orang baik dan tidak sombong. Dia tidak tahu kini Sutanto tersandung kasus suap gula impor dan ditangkap KPK. 

Dia baru tahu ketika para awak media mengerubuti rumah bapak itu meliput penyidik KPK melakukan penggeledahan.  

"Akong panggilan sehari-harinya (Xaveriandi Sutanto). Bapak itu baik dan tidak sombong. Ketika sore datang ia keluar dari rumah itu dan bergaul dengan pemuda sini," ujar Wandi.

Anton, 36, pedagang nasi di sekitar gudang itu mengaku dia sangat mengenal Xaveriandi karena sering ketemu ketika membeli nasi di warungnya. 

"Tapi sudah beberapa bulan Ini beliau tidak ada lagi. Saya memanggilnya dengan sebutan Om, dan dia pun memanggil saya Om. Saya tidak menyangka dia menjadi pelaku suap," ungkapnya.

Kabid Humas Polda Sumbar AKBP Syamsi mengatakan, pagi kemarin pihak KPK berkoordinasi dengan Polda Sumbar yang minta adanya pengawalan ketika akan melakukan pengeledahan yang di rumah dan gudang Xaveriandi, pelaku suap Irman Gusman. 

"Ada sekitar 10 personel Bri-mob dan satuan unit Sabhara Polresta Padang kita turunkan untuk membantu KPK dalam penyelidikan dan penggeledahan di sejumlah titik Padang," ungkapnya.

Selain itu, pihak KPK meminjam ruangan Ditreskrim Umum untuk melakukan rapat sementara dengan Polda Sumbar dalam melakukan penyelidikan dan penggeledahan. 

"Saya jelaskan lagi tidak adanya namanya pemeriksaan yang dilakukan di Polda Sumabr. Pihak KPK hanya meminta pengawalan anggota kepada kita dalam melakukan penggeledahan," ungkapnya. (cr17/e/sam/jpnn)

 

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Irman Kena OTT, Kini DPD Tak Ada Bedanya dengan DPR


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler